Senin, 12 Apr 2021 09:15 WIB

Bad News! Vaksin Pfizer Tak Mempan Lawan Varian Corona Afsel B1351

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Australia Setujui Penggunaan Vaksin Pfizer. Kapan Warga Mulai Divaksin? Varian virus Corona B1351 disebut bisa menghindari perlindungan vaksin Pfizer-BioNTech. Foto: ABC Australia
Jakarta -

Varian virus Corona yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan disebut mampu menghindari perlindungan dari vaksin Pfizer-BioNTech, menurut sebuah studi baru di Israel.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Tel Aviv dan Clalit, penyedia layanan kesehatan terbesar Israel, ditemukan bahwa virus Afsel ini dapat menerobos perlindungan yang ditawarkan vaksin COVID-19 Pfizer. Penelitian ini dilakukan kepada sekitar 400 orang yang positif COVID-19 dan telah menerima suntikan vaksin dan kepada 400 orang yang divaksin tetapi tidak positif COVID-19.

Dikutip dari CNBC Internasional, peneliti menemukan sekitar 1 persen varian B1351 Afrika Selatan ditemukan di sejumlah kasus COVID-19 yang diteliti. Lebih lanjut, mereka yang telah menerima dua dosis vaksin, tingkat prevalensi varian Afrika Selatan delapan kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak divaksinasi - 5,4 persen berbanding 0,7 persen.

"Ini menunjukkan vaksin itu kurang efektif terhadap varian Afrika Selatan, dibandingkan dengan virus corona asli dan varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris yang mencakup hampir semua kasus COVID-19 di Israel," kata para peneliti.

"Kami menemukan tingkat yang lebih tinggi dari varian Afrika Selatan di antara orang yang divaksinasi dengan dosis kedua, dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi. Ini berarti varian Afrika Selatan dapat menembus perlindungan vaksin sampai batas tertentu," kata Adi Stern dari Universitas Tel Aviv.

Hanya saja para peneliti memperingatkan bahwa hasil tersebut tidak bisa menjadi patokan karena hanya dilakukan dengan sampel yang terbatas.

Pihak Pfizer-BioNTech belum berkomentar atas temuan ini.



Simak Video "Rencana Pfizer Produksi 3 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)