Senin, 12 Apr 2021 12:30 WIB

China Akui Vaksin Corona Buatannya Kurang Manjur, Berapa Sih Efikasinya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu? Vaksin Corona Sinovac. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Pejabat China baru-baru ini mengakui vaksin yang mereka kembangkan tidak memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran yang tinggi terhadap virus Corona. China tengah mengambil langkah untuk mengoptimalkan vaksin termasuk mengubah dosis dan jarak pemberiannya.

"Vaksin yang tersedia saat ini tidak memiliki perlindungan yang sangat tinggi," kata Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, Gao Fu, dikutip dari Reuters.

China sendiri telah mengembangkan sekitar empat vaksin COVID-19 yang penggunaannya telah disetujui oleh publik. Namun hanya dua vaksin yang sampai saat ini diekspor keluar negeri yakni Sinovac dan Sinopharm.

Vaksin Corona yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech memiliki hasil efikasi sedikit di atas 50 persen dalam uji klinis yang dilakukan di Brasil. Di Indonesia, hasil efikasi vaksin Sinovac sebesar 64 persen dan Turki menyebut vaksin COVID-19 buatan Sinovac manjur 83 persen.

Sementara untuk Sinopharm, belum ada data efikasi yang rinci yang mereka rilis. Namun dua unit vaksin yang dikembangkan Sinopharm masing-masing memiliki tingkat kemanjuran 79,4 persen dan 72,5 persen berdasarkan hasil sementara.

"Data uji tingkat perlindungan vaksin global sama-sama tinggi dan rendah. Bagaimana meningkatkan tingkat perlindungan vaksin adalah masalah yang perlu dipertimbangkan oleh para ilmuwan global," kata Gao.



Simak Video "Kemenkes Pastikan Efikasi Sinovac di Indonesia Penuhi Standar"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)