Selasa, 13 Apr 2021 09:17 WIB

Round Up

India Setop Ekspor Antivirus Remdesivir untuk Corona, Apa Imbasnya ke RI?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Remdesivir on covid-19 test report with syringe Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford
Jakarta -

India menyetop ekspor remdesivir, salah satu obat antivirus untuk pasien Corona. Kementerian Kesehatan India menegaskan, hal ini disebabkan angka kasus positif COVID-19 yang kembali melonjak di negara tersebut, sehingga kebutuhan obat akan meningkat.

Dalam beberapa pekan terakhir, kasus positif COVID-19 di India tercatat meningkat signifikan. Pada Minggu (11/4/2021), penambahan tembus 152.000 kasus, sehingga total kasus mencapai 13,3 juta.

"Ada potensi peningkatan lebih lanjut terkait kebutuhan ini dalam beberapa hari ke depan," terang pihak kementerian dalam pernyataan menambahkan keterangan terkait larangan ekspor remdesivir hingga situasi membaik, dikutip dari AFP, Senin (12/4/2021).

Obat remdesivir covifor sempat didistribusikan ke Indonesia, sebagai kerjasama perusahaan farmasi generik ternama di India, Hetero dengan Kalbe.

Menanggapi diberhentikannya distribusi remdesivir dari India, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menjelaskan, stok remdesivir di Indonesia masih cukup hingga kini.

Namun ia berharap, kasus infeksi COVID-19 yang membutuhkan obat remdesivir tak melonjak. Pasalnya, sebagian besar dari stok obat ini memang diimpor dari India.

"Paling banyak dari India. Semoga tidak banyak kasus yang membutuhkan," ujar dr Nadia saat dihubungi detikcom, Senin (12/4/2021).

Di Indonesia, obat remdesivir hanya bisa didapatkan oleh pasien COVID-19 yang dirawat di RS. Obat ini pula telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



Simak Video "Sukarelawan Terjun Langsung Jemput Jenazah COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)