Kamis, 15 Apr 2021 15:20 WIB

Satgas Prediksi Vaksin Sinovac 'Tersertifikasi' WHO Akhir Mei, Bisa Buat Umroh?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19. Vaksinasi COVID-19. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut kemungkinan vaksin Sinovac akan tersertifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Mei 2021.

"Vaksin Sinovac telah mengikuti prosedur pengurusan EUL (emergency use listing) dan prediksi pemberian EUL, yaitu pada akhir bulan Mei 2021," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Kamis (15/4/2021).

Sebelumnya beredar isu tentang vaksin Sinovac belum bisa menjadi syarat umroh karena belum tersertifikasi WHO. Pasalnya, Arab Saudi hanya mengizinkan warga negara asing masuk ke wilayahnya apabila sudah divaksinasi dengan vaksin Corona yang telah terdaftar dalam EUL WHO.

Dikutip dari laman resmi WHO, saat ini baru ada tiga jenis vaksin Corona yang sudah mendapat EUL, sebagai berikut.

  • Vaksin mRNA Pfizer mendapat EUL di 31 Desember
  • Vaksin adenovirus AstraZeneca mendapat EUL di 15 Februari 2021 (buatan SKBio Korsel dan the Serum Institute India)
  • Vaksin Corona dosis tunggal Johnson & Johnson mendapat EUL di 12 Maret 2021.

Apabila sudah tersertifikasi WHO, maka akan memudahkan pihak otoritas pengawasan obat dan makanan dari masing-masing negara untuk mengkaji keamanan dan mutu vaksin Corona yang akan diberikan kepada warganya.



Simak Video "Alasan BPOM Akhirnya Setujui Vaksin Sinovac untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)