Jumat, 16 Apr 2021 11:36 WIB

Produsen Vaksin Terbesar Kewalahan Hadapi COVID-19, Sekarang Ikut Impor!

Firdaus Anwar - detikHealth
Perayaan festival keagamaan India di Sungai gangga Ada sekitar 1.000 orang positif COVID-19 saat ritual mandi di Sungai Gangga. (Foto: AP Photo/Karma Sonam)
Jakarta -

India diketahui merupakan produsen dan pengekspor vaksin COVID-19 terbesar di dunia. Serum Institute of India (SII) menjadi tumpuan utama program COVAX yang dipelopori Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan telah mengekspor lebih dari 64 juta dosis vaksin AstraZeneca pada periode Januari-Maret.

Namun, belakangan kondisinya memburuk. India mengalami kenaikan kasus COVID-19 yang drastis sehingga pemerintah setempat memutuskan untuk mengamankan suplai vaksin untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

Kasus baru COVID-19 di India mencapai rekor tertinggi lebih dari 200.000 pada 15 April 2021. Hal ini membuat rumah sakit mulai kewalahan.

India dari negara produsen dan pengekspor vaksin COVID-19 kini berubah jadi ikut mengimpor vaksin. Kementerian Kesehatan India membuat kebijakan yang mempercepat izin penggunaan seluruh vaksin yang sudah mendapat persetujuan dari WHO, Amerika Serikat (AS), Eropa, Inggris, atau Jepang.

"Bila regulator-regulator itu sudah menyetujui suatu vaksin, maka vaksin itu bisa dibawa ke negara kami untuk digunakan, diproduksi, dan mengisi kekosongan," kata salah satu pejabat Kemenkes India, Vinod Kumar Paul, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/4/2021).

"Kami berharap dan mengundang produsen vaksin, seperti Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, dan lainnya... secepatnya datang ke India," lanjuta Vinod.

Kondisi wabah COVID-19 di India yang memburuk dikatakan ahli bisa berdampak bagi seluruh dunia. Indonesia sebagai contoh harus menyesuaikan program vaksinasi di bulan April karena kehabisan suplai yang seharusnya didatangkan dari COVAX.

"Yang bermasalah pertama kali adalah Covavax-GAVI, karena adanya embargo dari India, GAVI merelokasi vaksin seharusnya terima 11 juta dosis di Maret hingga April ditunda semua ke bulan Mei. Kita hanya dapat 1 juta dosis," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.



Simak Video "Sukarelawan Terjun Langsung Jemput Jenazah COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)