Jumat, 16 Apr 2021 15:12 WIB

5 Fakta Penyalahgunaan Ganja, Narkoba yang Dikonsumsi Jeff Smith

Ardela Nabila - detikHealth
Jeff Smith memakai baju tahanan dan diborgol sebagai tahanan narkoba Polres Jakarta Barat Foto: Hanif/detikHOT
Jakarta -

Artis Jeff Smith diamankan oleh Polres Metro Jakarta Barat pada Kamis (15/4/2021) pukul 03.00 WIB atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Aktor berusia 23 tahun itu ditangkap bersama dengan rekannya.

Menurut Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus, ditemukan barang bukti berupa narkoba di dalam kendaraannya saat penangkapan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Jeff Smith positif narkoba dan diketahui sudah mengonsumsi narkoba jenis ganja sejak tahun 2020.

"Ditemukan narkotika di kendaraannya, dia bersama seorang rekan kerjanya," papar Yusri.

Dikutip dari Drugs, ganja atau mariyuana merupakan campuran berwarna hijau, coklat, atau abu-abu yang berasal dari daun, batang, biji, dan bunga tanaman Cannabis sativa yang dikeringkan. Di Indonesia, ganja merupakan salah satu jenis narkoba yang kerap disalahgunakan.

Berikut 5 fakta penyalahgunaan ganja, narkoba yang dikonsumsi Jeff Smith, seperti dikutip detikcom dari berbagai sumber.

1. Jenis obat psikoaktif

Ganja merupakan jenis obat psikoaktif yang mengandung tetrahydrocannabinol (THC), yakni senyawa kimia yang dapat memberikan efek pada orang yang mengonsumsinya. Efek yang dirasakan tiap orang dapat berbeda-beda, tergantung dengan bagaimana dikonsumsinya.

Jika dikonsumsi dengan cara dibakar dan dihisap seperti rokok, ganja bisa memunculkan efek 'high' yang lebih cepat. Biasanya, efek tersebut akan bertahan hingga beberapa jam. Berikut sejumlah efek yang dirasakan oleh seseorang yang menyalahgunakan ganja:

- Perasaan bahagia
- Halusinasi ringan
- Meningkatnya nafsu makan
- Mengurangi gangguan kecemasan

2. Menyebabkan kecanduan

Mariyuana dapat menyebabkan kecanduan yang bisa memberikan pengaruh negatif bagi kehidupan seseorang. Pasalnya, jenis narkoba yang satu ini dapat menimbulkan efek ketergantungan psikologis bagi penggunanya. Saat dikonsumsi, reseptor cannabinoid dalam otak akan diaktifkan oleh neurotransmitter bernama Anandamine.

Kandungan THC dalam ganja akan meniru dan menghalangi neurotransmitter alami seperti Anandamide, sehingga nantinya tubuh tak lagi bisa memproduksi Anandamide dengan alami. Dengan demikian, otak akan terus membutuhkan ganja untuk bekerja dengan normal.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sanggahan Peneliti Kemenkes Terkait Pendapat Jeff Smith soal Ganja"
[Gambas:Video 20detik]