Jumat, 16 Apr 2021 20:11 WIB

Didukung Pemerintah, Vaksin Merah Putih Ditargetkan Rampung Awal 2022

Yudistira Imandiar - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menegaskan pihaknya mendukung percepatan proses penelitian hingga proses produksi vaksin Merah Putih.

Penny menyebut proses penelitian untuk vaksin Merah Putih yang dilakukan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman sudah sesuai dengan ketentuan pengembangan vaksin yang disyaratkan BPOM.

Penny menjabarkan tahapan penelitian dalam pengembangan vaksin harus memenuhi standar high-tech dan advance, sehingga semua tahapan harus diikuti dengan hati-hati. Ia mengulas, Presiden Joko Widodo juga telah mengingatkan pengembangan vaksin harus mengikuti persyaratan dan tahapan yang komprehensif.

"Kami sudah menerbitkan tools pengembangan vaksin di lembaga riset dan kami menyambut baik bahwa progres sudah berjalan dan tentu kita harus bersabar," ujar Penny dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (16/4/2021).

BPOM, kata Penny, memberikan pendampingan, relaksasi, juga terobosan yang tetap mengedepankan mutu dan keamanan dalam pengembangan vaksin Merah Putih. Ia menyampaikan pemerintah juga bekerja sama dengan semua pihak, baik lembaga penelitian, universitas, produsen vaksin seperti Bio Farma dan lembaga terkait untuk mendapatkan vaksin yang berkhasiat dan aman.

"Kita all out membantu sehingga vaksin Merah Putih ini bisa secepatnya sesuai timeline yang ada atau akan dipercepat, kita lihat nanti progresnya untuk bisa terwujud setiap tahapannya," cetus Penny.

Kepala Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Subandrio menerangkan penelitian untuk vaksin Merah Putih telah memasuki tahap akhir untuk pengembangan bibit vaksin selama 12 bulan. Eijkman saat ini dalam tahap optimasi agar vaksin yang diproduksi berkualitas baik. Selain itu juga proses pengalihan vaksin dari skala R&D di laboratorium ke skala industri untuk dilakukan uji klinis juga tengah dijalankan.

"Proses selanjutnya akan lebih banyak dilakukan Bio Farma, tetapi Eijkman tidak lepas tangan tetap terlibat sampai dengan uji klinis fase 1,2, dan 3," jelas Amin.

Berdasarkan keterangan Penny, BPOM memperkirakan vaksin Merah Putih yang diproduksi Bio Farma sudah bisa menyelesaikan uji klinis pada semester I-2022 dan proses produksi sudah berjalan pada semester I-2022.

Adapun vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga Bersama Biotis saat ini sudah masuk tahap pre klinik dan diharapkan sudah masuk uji klinis pada kuartal IV-2021.

"Harapannya awal tahun 2022 sudah bisa diproduksi secara massal. Saat ini BPOM sedang melakukan pendampingan terhadap Biotis," urai Penny.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir menyatakan pihaknya terus mempersiapkan produksi vaksin Merah Putih. Bio Farma juga menjalin kolaborasi dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan farmasi swasta.

"Saat ini kami juga sedang memproduksi vaksin lain, sehingga Bio Farma butuh berkolaborasi saat proses produksi massal vaksin Merah Putih dengan pihak ketiga," terang Basyir.



Simak Video "2 Progres Vaksin Merah Putih Tercepat: Buatan Eijkman dan UNAIR"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)