Jumat, 16 Apr 2021 23:31 WIB

PPNI Kutuk Keras Penganiayaan Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Video aksi penganiayaan terhadap perawat sebuah RS di Palembang viral di medsos. Korban melaporkan kejadian ke polisi. (Screenshot video viral) Video aksi penganiayaan terhadap perawat sebuah RS di Palembang viral di medsos. Korban melaporkan kejadian ke polisi. (Screenshot video viral)
Jakarta -

Christina Ramauli Simatupang (28), seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya, dianiaya keluarga pasien. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengutuk penganiayaan tersebut.

"Ketua Umum DPP PPNI atas nama seluruh perawat Indonesia mengutuk keras kepada pelaku tindak kekerasan," kata Harif Fadhillah, Ketua Umum PPNI, dalam pernyataan persnya, Jumat (16/4/2021).

PPNI memerintahkan jajarannya untuk melakukan langkah hukum dan mengawal kasus ini agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. RS Siloam Sriwijaya juga diminta melakukan pendampingan dan pengawalan kepada perawatnya.

Kepada kepolisian, PPNI mendesak untuk segera memproses laporan yang telah dilakukan.

Menurut Harif, peristiwa semacam ini sudah beberapa kali terjadi. Karenanya, PPNI menyerukan kepada pemerintah dan pimpinan fasilitas layanan kesehatan untuk menjamin lingkungan kerja yang kondusif bagi perawat dalam menjalankan tugasnya.

"Kebijakan terkait kondisi kerja di atas juga telah diserukan bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di forum-forum internasional," tegas Harif.



Simak Video "Beratnya Jalani Tugas Perawat dengan Ber-APD 8 Jam Penuh"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)