Sabtu, 17 Apr 2021 06:02 WIB

Johnson & Johnson dan AstraZeneca Punya Kemiripan, Terkait Pembekuan Darah?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
FILE - This September 2020 photo provided by Johnson & Johnson shows a single-dose COVID-19 vaccine being developed by the company. A late-stage study of Johnson & Johnson’s COVID-19 vaccine candidate has been paused while the company investigates whether a study participant’s “unexplained illness” is related to the shot, the company announced Monday, Oct. 12, 2020. (Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File) Vaksin Corona Johnson & Johnson (Foto: Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File)
Jakarta -

Sebuah penelitian menuding desain vaksin COVID-19 Johnson & Johnson (J&J) mungkin berhubungan dengan kasus pembekuan darah langka. Faktanya, vaksin ini punya kemiripan dengan vaksin AstraZeneca yakni sama-sama berbasis adenovirus.

Amerika Serikat awal pekan lalu menangguhkan distribusi vaksin J&J untuk menginvestigasi 6 kasus pembekuan darah langka yang disebut venous sinus thrombosis (CVST), disertai jumlah platelet darah yang rendah. Kasus tersebut dialami wanita di bawah usia 50 tahun, dari sekitar 7 juta orang yang telah mendapatkan vaksin tersebut.

Pembekuan darah yang dilaporkan pada penerima vaksin Johnson & Johnson memiliki kemiripan dengan 169 kasus di Eropa pada penerima vaksin AstraZeneca. Vaksin buatan Inggris ini sudah diberikan ke 34 juta orang di Eropa.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (17/4/2021), The US Food and Drug Administration (FDA) tengah meneliti apakah desain vaksin ada hubungannya dengan risiko tersebut.

Dalam sebuah surat di New England Journal of Medicine, ilmuwan Johnson & Johnson membantah laporan yang dipublikasikan awal pekan lalu oleh Kate Lynn-Muir dan koleganya di University of Nebraska. Laporan tersebut menegaskan bahwa pembekuan darah langka 'bisa terkait dengan vaksin vektor adenovirus'.

Dalam wawancara dengan Reuters, pakar penyakit menular ternama AS dan penasihat gedung putih Dr Anthony Fauci menyebut fakta bahwa kedua vaksin ini merupakan vaksin vektor adenovirus adalah petunjuk yang jelas terkait kemungkinan keterkaitan.

"Entah apa itu alasannya, saya tidak bisa mengatakannya dengan yakin, tapi jelas ini adalah sesuatu yang memunculkan kecurigaan," kata Fauci.



Simak Video "Vaksin Johnson & Johnson Dihentikan Sementara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)