Sabtu, 17 Apr 2021 11:02 WIB

Round Up

Warning BPOM Soal Vaksin AstraZeneca Terkait Pembekuan Darah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Berisiko Picu Kanker, 67 Batch Obat Asam Lambung Ranitidin Ditarik BPOM. Kepala BPOM Penny K Lukito Kepala BPOM Penny K Lukito.. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

Vaksin AstraZeneca masih dibayangi isu pembekuan darah. Penggunaan vaksin Corona asal Inggris ini disetop permanen di Denmark atas insiden tersebut.

Penggunaan vaksin AstraZeneca masih dilanjutkan di Indonesia karena belum ada kasus terkait pembekuan darah yang ditemukan. Meski demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah memberi warning dalam proses skirining.

"Kita tambahkan warning ya di dalam fact sheet, fact sheet itu adalah informasi kepada tenaga kesehatan yang menggunakan vaksin Astrazeneca itu berhati-hati untuk risiko yang dikaitkan dengan kejadian trombosis," beber Kepala BPOM Penny K Lukito Kamis (16/4/2021).

Penny mengatakaan kasus pembekuan darah tergolong jarang terjadi. Otoritas Pengawas Obat Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia juga tetap merekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Lebih lanjut, Penny mengatakan, sebagai bentuk kehati-hatian, tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi AstraZeneca melakukan proses skrining seketat mungkin. Terutama bagi mereka yang memiliki risiko mengalami pembekuan darah usai vaksinasi.

"Ditambahkan warning pada seleksi kejadian skrining yang akan disuntikan Astrazeneca yang ada kemungkinan risiko mempunyai trombosis, dan juga di dalam vaksinnya ada label yang mempunyai warning ada kemungkinan kejadian blood clot trombosis tersebut," pungkas Penny.



Simak Video "Pria Jakarta Wafat Usai Divaksin AstraZeneca, Akibat Pembekuan Darah? "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)