Sabtu, 17 Apr 2021 18:00 WIB

Air Dingin Vs Air Hangat, Mana yang Paling Baik untuk Berbuka?

Yuviniar Ekawati - detikHealth
puasa air putih Mana yang lebih baik untuk berbuka puasa? Minum air hangat atau dingin. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Usai melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, penting untuk tubuh kembali mendapatkan cairan. Menghidrasi tubuh dapat dilakukan sesaat setelah adzan maghrib terdengar.

Menghidrasi tubuh penting untuk dilakukan mengingat kondisi dehidrasi biasa terjadi selama bulan puasa karena tubuh tidak diberikan minuman dan makanan di atas 12 jam.

Selain kurangnya minuman dan makanan, aktivitas sepanjang hari juga membuat tubuh kehilangan cairan melalui keringat dan sekresi lainnya seperti urine.

Disampaikan dokter ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, saat berbuka penting untuk menghidrasi tubuh lebih dulu agar lambung bisa bekerja dengan baik.

"Membatalkan puasa lebih tepat jika disebut menghidrasi tubuh yang sudah lebih dari 12 jam tidak mendapat asupan air dan kembali mengisi lambung dengan asupan pangan yang membuat tubuh kembali bisa bekerja sempurna," kata dr Tan dihubungi Detik beberapa waktu lalu.

Lalu, minuman apa yang baik untuk tubuh untuk berbuka puasa? Terlebih setiap orang memiliki selera masing-masing, ada yang lebih senang berbuka dengan air hangat atau air dingin. Memilih minuman manis atau tidak manis.

Diwawancara terpisah, ahli penyakit dalam dr Tengku Bahdar Johan, SpPD, dari RS Premier Bintaro menjelaskan bahwa sebaiknya buka puasa dengan minum air hangat. Hal ini dikarenakan air hangat dapat membantu saluran cerna bekerja lebih baik dengan menjaga aliran di pembuluh darah tetap lancar.

Minuman dingin memang terasa menyegarkan namun tidak baik untuk tubuh karena dapat membuat pembuluh darah menciut. Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada gerakan peristaltik, yaitu gerakan pada otot-otot di saluran pencernaan, menjadi terganggu.

"Minum es dapat menciutkan pembuluh darah, akibatnya gerakan peristaltik menjadi terganggu. Itu sebabnya ada orang yang habis minum es perutnya langsung terasa tidak enak karena pembuluh darahnya menciut," kata dr Bahdar kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Selain itu, dr Bahdar juga menyampaikan jangan terlalu banyak makan makanan manis saat berbuka. Rasa manis dapat diperoleh dari pangan alami seperti buah dan kurma.



Simak Video "Kupas Mitos Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)