Minggu, 18 Apr 2021 15:13 WIB

Terpopuler sepekan

Kemenkes RI Angkat Bicara Soal Isu Vaksin China Kurang Manjur

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: dok Kaspersky)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, pejabat China mengakui soal vaksin Corona yang diproduksi di negaranya tak memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran yang tinggi terhadap virus Corona COVID-19.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, Gao Fu yang meragukan efektivitas vaksin COVID-19 dan pejabat lain menyebut ada rencana membuat vaksin baru berbasis mRNA.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, memastikan vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan sudah memenuhi persyaratan WHO.

"Dari uji klinis di Unpad pun angka pembentukan antibodi yang muncul selama uji klinis tahap 3 yakni 95 hingga 99 persen artinya sudah sangat baik," jelasnya, Senin (12/4/2021).

Ide lain soal mengkombinasikan atau mencampur penggunaan vaksin COVID-19 yang berbeda untuk meningkatkan efikasi, China pun telah mempertimbangkan langkah ini.

Namun, langkah yang diambil Kemenkes RI tidak mau gegabah dan terlalu buru-buru. Kemenkes RI akan membertimbangkan lebih lanjut jika ada publikasi resmi atas penelitian.

"Tentang adanya rencana pemerintah china mencampur vaksinnya, kita tunggu saja karena ini kan masih harus melalui berbagai uji klinis untuk memastikan bahwa ide ataupun inovasi ini memiliki efektivitas," pungkas dr Nadia.


Ada kesalahpahaman

Lebih lanjut, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) China ternyata membantah soal pemerintah China yang mengakui vaksin buat negaranya memiliki tingkat perlindungan rendah. Disebutkan bahwa pemberitaan tersebut adalah murni kesalahpahaman.

Dijelaskan oleh Gao Fu terkait kemanjuran vaksin COVID-19, ia sempat mengusulkan prosedur vaksinasi dan jenis vaksin yang tidak berurutan mungkin bisa dicoba untuk memaksimalkan potensi kemanjuran vaksin COVID-19.

"Tingkat perlindungan vaksin di dunia terkadang tinggi, terkadang rendah. Bagaimana cara meningkatkan kemanjurannya, itu perlu dipertimbangkan oleh ilmuwan-ilmuwan di dunia," jelasnya, dikutip dari Global Times, Selasa (13/4/2021).



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)