Senin, 19 Apr 2021 06:09 WIB

Hadapi Varian Corona Baru, Brasil Minta Wanita Tak Hamil Dulu

Firdaus Anwar - detikHealth
RIO DE JANEIRO, BRAZIL - MARCH 24: An aerial view at Caju cemetery on March 24, 2021 in Rio de Janeiro, Brazil. One day after registering for the first time over 3,000 deaths in just 24 hours, the official death toll in Brazil reached more than 300,000 deaths from Covid-19. (Photo by Buda Mendes/Getty Images) Angka kematian COVID-19 di Brasil mencapai 4.000 dalam sehari. (Foto: Getty Images/Buda Mendes)
Jakarta -

Otoritas kesehatan di Brasil meminta para wanita untuk menunda kehamilan sampai pandemi COVID-19 reda. Alasannya varian Corona baru yang kini sudah banyak beredar di sana disebut bisa bersifat lebih agresif pada ibu hamil.

"Bila memungkinkan, tunda dulu kehamilan sehingga ibu-ibu bisa lebih aman mengandung," kata Sekretaris Layanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Brasil, Raphael Camara, seperti dikutip dari CNN, Senin (19/4/2021).

"Kami tentunya tidak mengatakan hal ini untuk wanita berusia 42-43 tahun. Tapi untuk para wanita muda yang mampu, langkah paling baik adalah menunggu dulu sebentar," lanjutnya.

Brasil diketahui menjadi negara dengan jumlah korban COVID-19 kedua terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Menurut Johns Hopkins University, sudah ada 368.749 kematian pasien COVID-19 yang dilaporkan dan lebih dari 13,8 juta kasus terkonfirmasi.

Sampai saat ini belum ada laporan studi resmi yang membuktikan dampak varian COVID-19 di Brasil pada ibu hamil. Namun, menurut Raphel, faktanya para klinisi di lapangan melihat semakin banyak kasus COVID-19 parah yang terjadi pada kelompok tersebut.

"Kami belum memiliki studi nasional maupun internasional, tapi pandangan para ahli klinis melihat varian yang baru lebih agresif pada ibu hamil," kata Raphael.

"Sebelumnya keparahan hanya dikaitkan pada kehamilan tua. Kini kami melihat evolusi gejala yang lebih serius pada ibu hamil di trimester kedua, bahkan trimester pertama," pungkasnya.

Kehadiran varian COVID-19 ditambah respons pencegahan yang lemah disebut ahli jadi penyebab tingginya kasus di Brasil.



Simak Video "Ramai Varian Corona Baru, Apakah Mutasi Virus Selalu Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)