Senin, 19 Apr 2021 17:32 WIB

Penting! Ini 14 Syarat untuk Vaksin COVID 19

Ayunda Septiani - detikHealth
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Syarat untuk vaksin COVID-19 mengalami beberapa perubahan. Hal ini dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari para ahli dan hasil ribet.

Dalam pedoman terbaru, lansia dan ibu menyusui masuk ke dalam target vaksinasi. Demikian pula untuk pengidap komorbid, tetap boleh divaksin asalkan kondisinya terkontrol dan ada rekomendasi dari dokter yang menangani.

Biar lebih jelas, yuk simak syarat untuk vaksin COVID-19 biar gak salah.

1. Jika kamu pernah terinfeksi COVID-19 dan sudah sembuh lebih dari tiga bulan, kamu bisa mendapatkan vaksinasi.

2. Harus berusia di atas 18 tahun. Kelompok lanjut usia (lansia), sudah bisa mendapatkan persetujuan untuk diberikan vaksin COVID-19.

3. Bagi ibu hamil vaksinasi masih harus ditunda. Jika ingin melakukan perencanaan kehamilan, bisa dilakukan setelah mendapat vaksinasi kedua COVID-19.

4. Tekanan darah kamu harus di bawah 180/110 mmHg.

5. Ibu menyusui sudah bisa mendapat vaksinasi.

6. Syarat untuk vaksin COVID-19 yang keenam adalah, pengidap penyakit kronik, seperti PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), asma, penyakit gangguan ginjal, penyakit jantung, penyakit hati yang sedang dalam kondisi akut atau belum terkendali, vaksinasi ditunda dan tidak bisa diberikan.

- Tetapi, jika sudah berada dalam kondisi yang terkendali, diharapkan untuk membawa surat keterangan layak agar mendapat vaksinasi dari dokter yang merawat.

- Selain itu, untuk pengidap TBC (tuberkulosis) yang sudah menjalani pengobatan lebih dari dua minggu juga bisa divaksinasi.

7. Pada vaksinasi pertama, untuk orang-orang yang memiliki riwayat alergi berat, seperti sesak napas, bengkak, kemerahan di seluruh badan, maupun reaksi berat lainnya karena vaksin, vaksinasi harus diberikan di rumah sakit.

Tetapi, jika reaksi alergi tersebut ini didapatkan setelah vaksinasi pertama, tidak akan diberikan lagi vaksinasi kedua.

8. Jika saat ini kamu tengah mendapat terapi kanker, maka kamu diwajibkan untuk membawa surat keterangan layak divaksinasi dari dokter yang merawat.

Selanjutnya
Halaman
1 2