Selasa, 20 Apr 2021 04:10 WIB

Pelajari Reinfeksi, 64 Penyintas Sengaja Disuntikkan Virus COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Frightened face of a man and a syringe - fear of injection. Foto: Getty Images/iStockphoto/miqul
Jakarta -

Sebanyak 64 orang penyintas COVID-19 sehat berusia 18-30 tahun akan menjalani eksperimen reinfeksi. Para peneliti melakukannya karena ingin mengungkap misteri mengapa penyintas yang seharusnya sudah memiliki kekebalan alami masih bisa terinfeksi COVID-19 lagi.

Profesor Helen McShane dari University of Oxford menjelaskan virus Corona yang dipakai adalah varian orisinal dari China. Para penyintas akan disuntikkan virus dalam jumlah kecil agar tak menimbulkan gejala atau gejalanya ringan, lalu diamati.

"Ketika kami mereinfeksi partisipan, kami akan mengetahui persis bagaimana sistem imun bereaksi pada infeksi pertama, bagaimana infeksi kedua terjadi, dan berapa banyak virus yang akhirnya berkembang," kata Prof Helen seperti dikutip dari BBC, Selasa (20/4/2021).

"Selain untuk meningkatkan pemahaman dasar, ini juga akan membantu kita merancang tes yang bisa secara akurat memprediksi apakah seseorang sudah terlindungi dari virus atau belum," lanjutnya.

Para partisipan rencananya akan menjalani karantina selama 17 hari. Tim dokter akan memberikan terapi antibodi bila kemudian akhirnya ada penyintas yang menunjukkan gejala reinfeksi.



Simak Video "Studi: Hanya 0,65% Pasien COVID-19 yang Alami Reinfeksi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)