Selasa, 20 Apr 2021 14:39 WIB

Belajar dari India, Ketua JDN Ingatkan Jaga Prokes Usai Divaksin

Angga Laraspati - detikHealth
MUI keluarkan fatwa vaksinasi COVID-19 tak batalkan puasa. Oleh karena itu vaksinasi COVID-19 di bulan Ramadhan tetap gencar dilakukan di Ibu Kota. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Vaksinasi tidak jadi jaminan bebas dari COVID-19. Menurut Ketua Junior Doctor Network (JDN) Indonesia dr. Andi Khomeini Takdir mengatakan vaksinasi dilakukan untuk melatih sistem pertahanan seandainya virus itu masuk ke dalam tubuh.

"Kalau semua paham situasinya seperti itu maka tidak bisa tidak, kita masih harus terus lanjut dengan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," ujar dr. Andi dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Ia menuturkan jangan sampai vaksinasi justru membuat abai dengan protokol kesehatan. Menurutnya, vaksinasi harus tetap didorong, namun pada saat yang sama upaya 3M dan juga 3T harus tetap dijalankan hingga pandemi ini benar-benar berakhir.

dr Andi mencontohkan, India telah melakukan vaksinasi dengan luar biasa. Bahkan dalam satu hari pernah 3 juta penduduknya divaksinasi. Tetapi, hal itu membuat masyarakatnya abai dengan protokol kesehatan.

"Dan di India belakangan ini terjadi hingga 200 ribu kasus baru per hari," kata dr Andi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan meski beberapa masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi, bukan berarti protokol kesehatan diabaikan. Sebaliknya, protokol kesehatan harus tetap dijalankan mengingat potensi risiko lonjakan kasus penularan masih dapat terjadi.

"Jangan lupa terus pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. Jangan sampai nanti ada lonjakan ketiga seperti yang terjadi di negara-negara lain di Eropa, Asia, maupun Amerika Selatan," kata Budi Gunadi.

Sebelumnya, saat meninjau vaksinasi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak untuk tidak menyepelekan COVID-19 meski saat ini kasus COVID-19 sudah menurun.

"Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun, menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada,' tegas Jokowi.

"Pandemi COVID-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspada, tetap tidak boleh lengah," tambahnya.



Simak Video "Rekor 200 Ribu Kasus, India Kewalahan Tangani Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)