Rabu, 21 Apr 2021 06:03 WIB

COVID-19 di India Banyak Serang Pemuda, Timbulkan Gejala yang Berbeda

Firdaus Anwar - detikHealth
India kembali dihantam gelombang COVID-19. Kini India harus menghadapi gelombang kedua yang ekstrem dengan jumlah kasus harian menembus angka 200 ribu. India diterjang 'tsunami' COVID-19. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

India kini tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Lebih banyak kelompok usia muda yang diserang virus dan kali ini pola gejalanya berbeda bila dibandingkan pada awal pandemi.

"Lebih banyak pemuda yang positif COVID-19 bila dibandingkan lansia. Gejalanya berbeda. Banyak orang mengeluhkan mulut kering, masalah pencernaan, mual, diare, mata merah, dan sakit kepala. Hampir semua tidak mengeluhkan demam," komentar Direktur Genestrings Diagnostic Centre, Dr Gauri Agarwal, seperti dikutip dari Hindustan Times, Rabu (21/4/2021).

Sebagian kasus COVID-19 di India diketahui disebabkan oleh varian mutan ganda B1617. Ada kekhawatiran bahwa varian ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah pada usia muda, termasuk anak-anak.

"Kami melihat pasien yang termuda berusia 14 tahun. Pada gelombang sebelumnya kami tidak melihat ada orang di bawah usia 25 tahun dengan gejala," komentar ahli penyakit infeksi Dr Nitin Shinde dari Alexis Multispecialty Hospital.

Sampai saat ini masih belum diketahui pasti sifat dari varian mutan ganda B1617. Diperlukan lebih banyak data untuk membuktikan fenomena yang terjadi di India.

"Sequencing akan memberitahu Anda soal mutan yang kini bermunculan," kata virolog Shahid Jameel.



Simak Video "India Deteksi Adanya Varian Corona 'Mutan Ganda'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)