Rabu, 21 Apr 2021 20:02 WIB

Waspada! 5 Negara Ini Sudah Temukan Varian Mutasi Ganda B1617 dari India

Ardela Nabila - detikHealth
A COVID-19 victim is cremated in Vasai, outskirts of Mumbai, India, Thursday, April 15, 2021. India reported more than 200,000 new coronavirus cases Thursday, skyrocketing past 14 million overall as an intensifying outbreak puts a grim weight on its fragile health care system. Foto: AP Photo
Jakarta -

Varian baru Corona mutasi ganda asal India, B1617, kini telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Mutasi dua varian Corona E484Q dan L452R itu ditemukan pertama kali pada akhir tahun lalu.

Menurut Dr Apana Mukherjee, peneliti di Indian Council of Medical Research, varian B1617 ini diketahui lebih cepat menular dan mudah melawan imunitas dalam tubuh karena terdiri dari dua mutasi.

Seperti diketahui, saat ini India sedang mengalami 'tsunami' COVID-19 dengan terus bertambahnya kasus infeksi dan meningkatnya angka kematian. Dr Nithya Balasubramanian, kepala penelitian kesehatan di Bernstein India, menyebut bahwa varian ini merupakan salah satu penyebab utama ledakan COVID-19 di India.

"Kami telah menghitung, kami percaya bahwa meningkatnya angka kasus (di India) dapat dijelaskan karena adanya mutasi ini," kata Dr Balasubramanian, dikutip dari Bloomberg.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut 5 negara yang telah melaporkan varian mutasi ganda B1617 asal India.

1. Inggris

Inggris telah mencatat sebanyak 77 kasus infeksi varian baru Corona B1617. Masuknya varian tersebut ke Inggris telah membuat India menjadi negara ke-40 yang masuk ke dalam 'daftar merah' perjalanan Inggris. Per 23 April, semua orang yang ingin melakukan kunjungan ke Inggris, kecuali warga negara Inggris dan Irlandia, yang melakukan transit di India tidak akan diperbolehkan untuk masuk.

2. Amerika Serikat

Di Amerika Serikat (AS), varian asal India tersebut pertama kali ditemukan di Stanford, California. Pada Senin (19/4/2021), Centres for Disease Control and Prevention (CDC) AS menghimbau warga negara Amerika untuk menghindari melakukan perjalanan ke India meski telah divaksinasi.

3. Selandia Baru

Pada 8 April lalu, Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern mengumumkan bahwa Selandia Baru tidak akan menerima wisatawan dari India, termasuk warga negara Selandia Baru yang datang dari India, selama dua minggu. Keputusan tersebut diambil setelah negara tersebut mencatat 23 kasus infeksi baru, termasuk 17 kasus varian mutasi ganda India.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Gerak PBB Bantu India Hadapi Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]