Kamis, 22 Apr 2021 11:25 WIB

Peneliti Vaksin Sinovac Angkat Bicara Kapan Vaksin Corona Harus Diganti

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ratusan lansia menjalani vaksinasi COVID-19 di kawasan Jakarta Utara. Seperti diketahui, lansia jadi salah satu kelompok prioritas yang menerima vaksin Corona. Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Ketua tim riset uji klinis vaksin COVID-19 dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Dr dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) angkat bicara kapan vaksin COVID-19 harus diganti. Menurutnya, dalam kurun waktu setahun sejak pemakaian vaksin pertama, vaksin Sinovac masih efektif melawan COVID-19 termasuk mutasi yang ada.

"Dalam waktu setahun ini moga-moga perubahan virus itu tidak terlalu besar sehingga semuanya yang baru mutasi itu, kalau baru sedikit perubahannya biasanya vaksin ini bisa mengatasinya," tutur Prof Kusnandi dalam Tanya Jawab IDI Eps 7, Rabu (22/4/2021).

Mutasi Corona disebutnya merupakan sifat dari virus untuk bisa terus bertahan hidup. Jika protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan kerap diabaikan, kemungkinan COVID-19 untuk terus bermutasi sangat mungkin terjadi.

Prof Kusnandi melihat, sejauh ini mutasi Corona yang terjadi dan tercatat di Indonesia belum memiliki banyak perubahan. Namun, kapan sih sebenarnya vaksin Corona perlu diganti?

"Tapi kalau umpamanya virusnya itu sudah berubah bentuknya banyak, sehingga kapasitas daripada vaksin sudah sangat berbeda, jadi itu sudah tidak bisa, sudah musti diganti," katanya.

Tak sedikit orang yang mengkhawatirkan usai vaksinasi COVID-19 masih bisa terinfeksi, meski sudah dapat dua dosis vaksin. Prof Kusnandi mengimbau agar tak perlu khawatir lantaran meski terpapar, tidak memicu infeksi parah karena sudah divaksinasi.

Di sisi lain, ia tetap mengedepankan pentingnya mengedepankan protokol kesehatan meski sudah menerima vaksin Corona.



Simak Video "Kecam Ketidakadilan, WHO Desak Negara Kaya Bantu Berbagi Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)