Kamis, 22 Apr 2021 18:43 WIB

Penting! Yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Setelah Vaksin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan meski di bulan puasa. Diketahui, 11 juta warga Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin Corona. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Setelah vaksin Corona boleh langsung olahraga? Boleh berhubungan intim, beraktivitas atau minum obat?

Vaksinasi COVID-19 dilakukan di seluruh dunia untuk membantu memerangi virus Corona. Meski begitu, butuh waktu dua sampai tiga minggu agar antibodi di tubuh bisa terbentuk dengan baik.

Ada beberapa aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah mendapat vaksinasi COVID-19. Berikut detikcom rangkum apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah divaksinasi.

1. Setelah vaksin boleh olahraga?

Menurut ahli penyakit infeksi dari Denver Health dr David Wyles, MD, selama tidak muncul keluhan yang serius dan telah selesai menjalani observasi selama 30 menit setelah divaksinasi, tidak ada larangan untuk berolahraga.

"Saya pikir tidak ada yang berbahaya untuk olahraga setelah mendapatkan vaksin," kata dr David yang dikutip dari Health.

Meski muncul beberapa keluhan ringan setelah divaksinasi, itu tidak menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Sampai saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan olahraga setelah divaksinasi akan mengurangi efektivitasnya.

Namun, dr David mengingatkan untuk tetap mendengarkan tubuh sendiri. Maksudnya, jika merasa tidak nyaman, segeralah istirahat.

2. Setelah vaksin boleh berhubungan intim?

Dikutip dari Inside Hook, dokter spesialis penyakit menular Anne Liu mengatakan orang yang sudah divaksinasi boleh berhubungan seks, meski pasangannya belum mendapat vaksin. Dengan catatan, orang tersebut harus dalam keadaan sehat dan berasal dari lingkungan atau satu rumah.

"Apabila orang yang belum divaksinasi memiliki risiko rendah terhadap penyakit parah dan menular, maka boleh berhubungan seks," ujar Liu.

3. Setelah vaksin boleh minum obat?

Setelah vaksin bolehkah minum obat? Dokter penyakit dalam dari RS CK Birla, Gurgaon, dr Tushar Tayal, mengatakan obat seperti paracetamol boleh dikonsumsi untuk meminimalkan gejala seperti cemas, pusing, dan demam.

Namun, jika gejala yang dirasakan berkepanjangan, dr Tayal menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi obat pereda sakit atau pain killer. Akan jauh lebih baik jika berkonsultasi ke dokter.

"Bagi kebanyakan orang, tidak diperlukan pengobatan sama sekali setelah vaksinasi. Jika ada gejala ringan, akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Jika mengalami demam atau sakit badan, disarankan untuk mengonsumsi parasetamol hanya jika diperlukan bukan secara rutin," ujarnya.

Setelah vaksin boleh mudik? Temukan jawabannya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]