Jumat, 23 Apr 2021 11:48 WIB

Warga India Kabur ke RI, Pakar Ingatkan Risiko Masuknya Varian Baru Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
A COVID-19 victim is cremated in Vasai, outskirts of Mumbai, India, Thursday, April 15, 2021. India reported more than 200,000 new coronavirus cases Thursday, skyrocketing past 14 million overall as an intensifying outbreak puts a grim weight on its fragile health care system. Kasus COVID-19 di India semakin ganas. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap ada warga negara India yang beramai-ramai masuk ke Indonesia. Diduga hal ini karena lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut.

"Pertama, terkait ada kedatangan WNI dan WNA, kemarin sudah banyak warga India masuk ke Indonesia, banyak sekali," kata Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, dr Bengat, di Pekanbaru, Rabu (22/4/2021).

Disebutkan, mereka datang ke Indonesia melalui jalur udara dengan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini sekelompok WNA asal India tersebut sedang dikarantina di satu hotel agar mudah diawasi.

"Sekarang India sedang tsunami COVID-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif, jadi kami tadi sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru," jelas dr Bengat.

Pakar tegaskan untuk perketat pengawasan

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara yang pernah berkantor di India, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan pemerintah tentang adanya risiko varian baru Corona yang masuk lewat WNA asal India tersebut. Oleh karena itu, ia mengatakan ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah, sebagai berikut.

1. Awasi dengan ketat

Prof Tjandra menegaskan setiap orang yang masuk ke Indonesia, termasuk dari India, harus menjalani karantina terlebih dahulu sebelum dapat beraktivitas.

"Pelaksanaan karantina ini harus terus berlangsung dengan ketat sesuai aturan yang berlaku dan kalau ada yang dicurigai sakit, maka harus ditangani sesuai prosedur serta kemungkinan kontaknya ditelusuri secara ketat," kata Prof Tjandra melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (23/4/2021).

2. Periksa secara menyeluruh

Menurut Prof Tjandra, sebaiknya pengawasan ketat bukan hanya dilakukan pada mereka yang datang baru-baru ini saja. Namun, WNA yang sudah tiba dalam beberapa hari lalu juga perlu diperiksa.

"Singapura misalnya, mereka menutup penerbangan dari sebagian negara Eropa pada pertengahan Desember 2020 karena informasi varian baru B117, tapi lalu mereka juga menelusuri siapa saja yang sudah datang sejak pertengahan November 2020," jelasnya.

"Dengan cara ini maka Singapura waktu itu dapat menemukan varian baru B117 di negaranya," lanjutnya.

3. Lakukan pemeriksaan whole genome sequencing

Prof Tjandra menjelaskan pemeriksaan whole genome sequencing sangat penting dilakukan bagi mereka yang tiba di Indonesia dan positif COVID-19. Pasalnya, ini untuk mengidentifikasi kemungkinan masuknya varian atau mutasi virus Corona ke Tanah Air.

"Misalnya sekarang sakit COVID-19 padahal baru datang dari negara-negara yang melaporkan peningkatan kasus yang mungkin berhubungan dengan mutasi baru," ujar Prof Tjandra.

"Peningkatan jumlah pemeriksaan whole genome sequencing menjadi kunci utama untuk identifikasi kemungkinan varian dan mutasi baru yang mungkin ada di negara kita," tuturnya.



Simak Video "Total Kasus Corona India Tembus 18 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)