Jumat, 23 Apr 2021 12:38 WIB

Baru Lagi! Ilmuwan AS Temuan Varian Corona BV-1, Kemungkinan Lebih Menular

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto: NIAID
Jakarta -

Para ilmuwan di Texas A&M University Global Health Research Complex (GHRC) mengidentifikasi varian baru COVID-19 yang namanya BV-1. Baru ketemu satu kasus dengan gejala ringan, tetapi dinilai mengkhawatirkan.

Menurut para ilmuwan, temuan ini perlu dilaporkan ke dunia meski belum bisa dipastikan seberapa signifikan pengaruhnya. Yang pasti, varian ini memiliki mutasi yang sama dengan beberapa variants of concern (VoC).

"Varian ini mengkombinasikan penanda genetik secara terpisah berkaitan dengan penularan yang cepat, penyakit parah, dan resistensi tinggi untuk menetralkan antibodi," kata virolog dari GHRC, Ben Neuman, dikutip dari tamu.edu, Jumat (23/4/2021).

Varian baru ini terdeteksi pertama kali pada sampel saliva atau air liur mahasiswa Texas A&M yang menjalani program pemeriksaan. Sampel tersebut terdeteksi positif pada 5 Maret, lalu dites ulang dan terkonfirmasi di rumah sakit.

Pemeriksaan berikutnya pada 25 Maret menunjukkan mahasiswa tersebut masih positif, mengindikasikan bahwa varian ini mungkin menyebabkan infeksi lebih lama dibanding COVID-19 biasa pada usia 18-24 tahun. Hasil negatif baru didapat pada pemeriksaan ketiga , 9 April.



Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)