Jumat, 23 Apr 2021 20:00 WIB

Inggris Catat 168 Kasus Pembekuan Darah Usai Vaksinasi AstraZeneca

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Vaksin AstraZeneca (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Regulator obat Eropa (EMA) mengungkap vaksin AstraZeneca memiliki efek samping langka pembekuan darah langka. Inggris menjadi salah satu negara yang mencatat kasus pembekuan darah, dan kasusnya terus bertambah.

Disampaikan regulator obat Inggris, Kamis kemarin, total 168 kasus pembekuan darah ditemukan usai vaksinasi AstraZeneca dilakukan pada 7,9 juta orang.

Kasus pembekuan darah meningkat dari sebelumnya 100 kasus, saat dosis vaksin AstraZeneca baru terpakai 4,9 juta. Sejauh ini, otoritas negara Inggris hanya merekomendasikan vaksin AstraZeneca pada kelompok usia di atas 30 tahun.

32 orang meninggal

Dikutip dari Reuters, total ada 32 kematian akibat kasus pembekuan darah, naik dari pekan lalu yaitu 22 kasus. Namun, angka kematian ini cenderung menurun dari 22 persen, kini menjadi 19 persen.

Hingga kini, kasus pembekuan darah diyakini para ahli sangat jarang terjadi dan tetap disarankan untuk melanjutkan vaksinasi AstraZeneca. Sementara, beberapa negara Eropa seperti Prancis membatasi vaksinasi AstraZeneca pada usia di atas 55 tahun.

"Berdasarkan tinjauan yang sedang berlangsung ini, sarannya tetap bahwa manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya pada sebagian besar orang," kata MHRA pada hari Kamis, mengulangi nasihatnya untuk tetap melanjutkan vaksinasi COVID-19.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga sudah mengevaluasi laporan kasus pembekuan darah langka di Eropa, dengan tetap menyarankan pemberian vaksin AstraZeneca. Alasannya sama, karena kasus sangat jarang terjadi.

Meski begitu, BPOM menegaskan akan terus memantau perkembangan atau evaluasi vaksin AstraZeneca di Eropa untuk menjadi pertimbangan. BPOM juga sudah memberikan warning dalam fact sheet vaksinasi AstraZeneca.

"Ditambahkan warning pada seleksi kejadian skrining yang akan disuntikan Astrazeneca yang ada kemungkinan risiko mempunyai trombosis, dan juga di dalam vaksinnya ada label yang mempunyai warning ada kemungkinan kejadian blood clot trombosis tersebut," bebernya.



Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)