Rabu, 28 Apr 2021 15:00 WIB

WHO Ungkap Penyebab Tsunami COVID-19 di India

Ayunda Septiani - detikHealth
Covid-19 di India: Apakah pandemi virus corona hampir berakhir di India, sejalan dengan penurunan kasus? Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pertemuan massal, rendahnya tingkat vaksinasi, dan adanya varian baru virus Corona yang lebih menular menyebabkan kasus COVID-19 di India melonjak.

WHO menyebutkan, kombinasi ketiga penyebab tersebut menjadi "badai sempurna" yang membuat gelombang kedua COVID-19 yang mematikan di India.

Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, pada Selasa (27/4/2021), memperingatkan agar India tidak menyalahkan varian baru virus Corona sebagai satu-satunya penyebab tsunami COVID-19 yang melanda dalam beberapa pekan terakhir.

Jasarevic menyatakan bahwa perilaku berpuas diri atas capaian berkurangnya kasus COVID-19 juga telah berkontribusi dalam mendorong sistem perawatan kesehatan negara itu berada di ambang kehancuran.

Satu varian baru virus Corona yang ditemukan di India adalah B1617 yang memiliki dua mutasi dianggap lebih menular, menurut beberapa laporan sains dan anekdot awal dari dokter di garda depan.

"Sejauh mana perubahan virus Corona yang bertanggung jawab atas pesatnya peningkatan kasus di negara ini masih belum jelas, karena ada faktor lain seperti pertemuan besar baru-baru ini yang mungkin telah berkontribusi pada peningkatan kasus tersebut," jelas Jasarevic, seperti dikutip laman The Guardian.

Adanya kepanikan

WHO juga menyampaikan, ada tekanan yang tidak perlu diberikan pada sistem perawatan kesehatan di India, yaitu oleh orang-orang yang pergi ke rumah sakit dalam keadaan panik, padahal mereka bisa pulih dari COVID-19 jika di rumah.

Jasarevic menekankan bahwa hanya sekitar 15 persen pasien COVID-19 di India yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

India mencatat satu hari lagi dengan kasus baru COVID-19 lebih dari 300.000 dan 2.771 kematian baru pada Selasa (27/4/2021).

Namun, para ahli kesehatan yakin jumlah korban resmi jauh lebih tinggi karena negara bagian padat penduduk, seperti di Uttar Pradesh dan Gujarat dituduh kurang menghitung kematian dan kasus COVID-19.

Kiriman bantuan

WHO juga merupakan bagian dari upaya internasional yang berkembang untuk membawa bantuan ke India, sebab negara India telah dilumpuhkan oleh kekurangan oksigen dan peralatan medis yang akut.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan akan mengirim 4.000 konsentrator oksigen ke India dan mengerahkan lebih dari 2.000 ahli di India untuk upaya tanggap pandemi.

"Situasi di India sangat memilukan, WHO melakukan semua yang kami bisa" kata Tedros.

Pada Selasa pagi waktu setempat (27/4/2021), penerbangan dari Inggris yang membawa persediaan medis penting termasuk ventilator mendarat di Delhi.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)