Rabu, 28 Apr 2021 18:01 WIB

Ganasnya Wabah COVID-19 di India dan Potensi Dampak untuk Indonesia

Firdaus Anwar - detikHealth
A relative of a person who died of COVID-19 is consoled by another during cremation in Jammu, India, Sunday, April 25, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Channi Anand) Tsunami COVID-19 di India. (Foto ilustrasi: AP/Channi Anand)
Jakarta -

Ganasnya gelombang tsunami COVID-19 di India menjadi perhatian dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa negara lain ramai-ramai mengirimkan bantuan suplai medis, termasuk di antaranya oksigen yang banyak dibutuhkan oleh para pasien COVID-19.

Per hari India bisa melaporkan lebih dari 300.000 kasus COVID-19 dengan kematian mencapai 2.000 sampai 3.000. Jenazah bahkan sampai harus mengantre berjam-jam karena tempat kremasih penuh.

"Anak lima tahun, 15 tahun, 25 tahun semuanya dikremasi. Ada juga pasangan yang baru menikah. Sangat sulit disaksikan," komentar Jitender Singh Shunty dari organisasi nirlaba medis Shaheed Bhagat Singh Sewa Dal beberapa waktu lalu.

Kondisi yang mengenaskan di India ini mungkin kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah ada dampaknya untuk Indonesia?

Epidemiolog dr Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menjelaskan potensi dampaknya adalah penyebaran varian virus Corona yang lebih luas. Semakin kasus tidak terkendali maka virus akan semakin punya lebih banyak kesempatan untuk bermutasi.

Di India varian yang mulai mendominasi adalah B117 dari Inggris. Lalu kemudian juga ada varian mutan ganda lokal B1617. Kedua varian ini disebut-sebut bersifat lebih mudah menular.

"Virus yang ada di Indonesia B117 itu sudah masuk sejak awal tahun. Ternyata beberapa orang sudah ditemukan dan yang mengagetkan adalah orang yang mengandung virus itu ternyata tidak bepergian ke luar negeri. Artinya sudah terjadi penularan lokal," kata Pandu

"Jadi jangan sangka kejadian di India tidak mungkin terjadi di Indonesia. Apalagi B117 ini di dunia sudah mendominasi," lanjutnya.

Dengan melihat apa yang saat ini terjadi di India, maka harapannya Indonesia bisa melakukan langkah pencegahan.

"Indonesia sekarang mulai gantian nih. Virus lamanya berkurang, virus baru pelan-pelan bertambah karena terus terjadi penularan. Supaya tidak terlalu banyak seharusnya sekarang benar-benar genjot 3M dan 3T tadi karena dengan itu cara itu kita bisa menekan penularan," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)