Kamis, 29 Apr 2021 12:32 WIB

Jurus Siloam Hospitals Bantu Pemerintah Tangani Pandemi COVID-19

Angga Laraspati - detikHealth
Wakil Presiden Direktur Siloam Hospital Group Caroline Riady Foto: detikcom
Jakarta -

Siloam Hospitals bisa dikatakan menjadi salah satu rumah sakit yang digunakan sebagai rujukan pasien COVID-19. Berbagai fasilitas diberikan oleh Siloam Hospital untuk membantu para pasien COVID-19 agar dapat cepat sembuh dari penyakitnya.

Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Caroline Riady mengatakan sebelum memutuskan untuk terjun langsung menghadapi krisis yang dihadapi oleh Indonesia dan dunia tersebut, Ia sempat dihadapkan dengan 2 keputusan yang sulit yaitu mundur dan menyelamatkan tenaga kesehatannya atau maju membantu menangani COVID-19.

"Saya dihadapkan pada keputusan apakah kita mundur dan melindungi staf karena mereka adalah terdepan, kita mundur dan itu nggak salah juga dan tunggu sampai pandemi berlalu. Atau kita justru maju dan berperang di garis depan," ujar Caroline pada acara Ask d'Boss detikcom beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut ditambah dengan kondisi keuangan Siloam yang sedang macet akibat terdampak pandemi. Namun, hal itu tak membuat Caroline dan timnya mundur. Justru Siloam Hospital berinvestasi untuk membantu menanggulangi COVID-19 yang tengah terjadi.

"Akhirnya dengan kondisi keuangan yang sedang 21 hari cashflow Siloam tetap harus melakukan investasi dengan membeli APD dengan kualitas baik, harus pasang negative pressure di ruangan, bangun gedung baru untuk COVID, membeli 30-50 kali ventilator, sehingga justru pada keuangan kita macet, kita harus melakukan investasi," ungkapnya.

Selain menyediakan berbagai fasilitas, Siloam juga memisahkan rumah sakit yang ia miliki untuk pasien COVID-19 dan juga pasien biasa. Untuk di Jakarta, Siloam menyulap 2 rumah sakitnya yaitu Siloam Mampang dan Kelapa Dua menjadi rumah sakit khusus COVID-19.

"Kalau di Jakarta kita mengkhususkan 2 rumah sakit untuk COVID, yaitu Rumah Sakit Siloam Mampang dan Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua. Kenapa kita mengkhususkan? Supaya kita tetap menjaga rumah sakit lainnya tetap bersih. Karena jangan lupa, ada COVID tetapi tidak menghilangkan penyakit lain," tuturnya.

Selain itu, ia menuturkan alasan dibalik pemisahan rumah sakit adalah karena masih ada pasien yang butuh untuk melakukan pengobatan di rumah sakit untuk penyakit non-COVID seperti diabetes hingga kanker yang notabene juga rentan akan COVID-19.

Siloam pun melakukan screening terlebih dahulu untuk memastikan pasien yang dicurigai untuk dilakukan tes lebih lanjut. Dan bila sudah dinyatakan positif akan langsung dilarikan ke Siloam Mampang dan Kelapa Dua.

"Kalau memang positif kita akan pindahkan ke Siloam Mampang atau Kelapa Dua. Masing-masing sudah di bawah tim dokter spesialis yang menangani. Untuk di kota lain ada 2 rumah sakit lagi, yaitu di Manado dan Ambon. Sisanya kita membangun gedung terpisah dengan ventilasi yang terpisah," katanya.

Gayung bersambut, keputusannya tersebut langsung dibayar tuntas dengan kebijakan pemerintah yang mengumumkan biaya pasien COVID dicover melalui KMK. Selain itu, testing yang dilakukan semakin hari semakin baik yang membuat banyak pasien yang berangsur membaik.

Caroline pun menuturkan Siloam juga siap mendukung program pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi COVID-19 agar pandemi yang ada di Indonesia dapat segera selesai. Bahkan, kini Siloam Hospitals sudah memiliki 10 lokasi vaksinasi tersebar di Jawa, Sumatera, Bali, dan kota-kota besar lainnya.

"Kita akan all out untuk bantu pemerintah. Apa yang pemerintah butuhkan, kita akan dukung," tandasnya



Simak Video "Cerita Generasi Ketiga Lippo: Deg-degan di Bisnis Rumah Sakit"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)