Jumat, 30 Apr 2021 13:00 WIB

Imunisasi Tersendat Selama Pandemi, Yakin Sekolah Tatap Muka Mulai Juli?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Guru memberikan pelajaran kepada murid saat uji coba belajar tatap muka di kawasan SDN 11 Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (7/4). SDN Pademangan Barat 11 memulai uji coba belajar tatap muka bagi siswa kelas V di tengah pandem COVID-19. Protokol kesehatan menjadi hal utama baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Imunisasi tersendat sepanjang 2020, ini risikonya jika sekolah tatap muka mulai Juli 2021. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas direncanakan berlangsung pada Juli 2021. Dikhawatirkan, anak-anak yang sejak kecil atau sepanjang 2020 tidak tidak menerima vaksin secara lengkap berisiko tinggi terkena COVID-19 atau penyakit menular lainnya.

"Kalau sekolah (tatap muka) Juli 2021, waspada akan terjadi penularan COVID yang cepat pada anak-anak. Selama 2020 banyak yang vaksinasinya tertunda," ujar Sekretaris Satgas Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof DR dr Soedjatmiko, SpA(K) dalam diskusi daring, Jumat (30/4/2021).

Ia khawatir, anak-anak yang tidak pernah diimunisasi atau belum menerima imunisasi secara lengkap tidak memiliki kekebalan yang baik. Terlebih, banyak orangtua membatasi aktivitas di rumah sakit, termasuk vaksinasi, sepanjang 2020 karena takut tertular COVID-19.

"Kalau teman-teman yang di sekolah tatap muka ada bakteri, karena diimunisasi dia nggak sakit, carrier. Yang tidak diimunisasi karena tidak punya kekebalan mudah sekali tertular," imbuh Prof Miko.

Pasalnya, bukan hanya COVID-19 yang mengancam kesehatan anak-anak dari aktivitas berkerumun. Melainkan pula penyakit menular lainnya seperti difteri dan campak rubella yang pencegahannya memerlukan imunisasi lengkap.

"Jadi anak yang tidak diimunisasi pada sekolah tatap muka yang tidak lengkap berisiko lebih tinggi dibanding anak yang sudah diimunisasi," lanjutnya.

Jika anak-anak terlanjur tidak diimunisasi hingga usia sekolah, orangtua masih bisa mengupayakan pemberian vaksin.

Tidak perlu khawatir, dokter di puskesmas atau rumah sakit akan menyesuaikan jenis vaksin dengan usia anak.

Misalnya, anak remaja masih bisa diberikan vaksin human papilloma virus (HPV) dan vaksin influenza.

"Kalau sudah terlanjur imunisasi tidak lengkap atau tidak pernah, segera dilengkapi. Jika belum pernah diimunisasi berarti belum punya kekebalan," pungkas Prof Miko.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Efektif Minimalisir Kemungkinan Tertular COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)