Selasa, 04 Mei 2021 14:13 WIB

Kemenkes Beberkan Bahaya Varian Baru Corona B117 hingga B1617

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Yellow SARS-CoV-2 lineage B.1.1.7 mutation virus tape barrier beyond a quarantine point. Foto: Getty Images/iStockphoto/serts
Jakarta -

Sejumlah varian baru Corona telah terdeteksi di Indonesia. Varian baru Corona tersebut adalah varian B117 dari Inggris, B1617 dari India, dan B1351 dari Afrika Selatan (Afsel).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menduga sudah ada transmisi lokal penularan varian Corona Afsel maupun India mengingat kasusnya sudah ditemukan sejak Januari hingga April 2021.

dr Nadia juga menjelaskan seberapa bahaya ketiga varian baru Corona tersebut. Untuk varian Inggris B117 dan varian Afsel B1351, keduanya diketahui masuk dalam golongan Variant of Concern (VoC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Corona B117 menyebabkan penularan yang lebih cepat artinya berpotensi menjadi superspreader, mempengaruhi tingkat keparahan penyakit, gejala orang yang terinfeksi dari tingkat ringan ke parah, dan berujung pada kematian," jelas dr Nadia dalam konferensi pers di YouTube, Selasa (4/5/2021).

"Sementara B1351 itu diduga menyebabkan efektivitas vaksin di Afsel. Kalaupun memang dugaan penurunan efektivitas vaksin ini terjadi, tapi vaksin masih memberikan dampak positif dalam penanganan COVID-19," lanjutnya.

Namun, untuk varian Corona baru India B1617 masih belum bisa dipastikan tingkat penularan hingga fatal tidaknya pasien yang terinfeksi varian ini. Berbeda dengan B117 dan B1351, varian India digolongkan sebagai Variant of Interest (VoI) oleh WHO.

"Untuk B1617, sampai saat ini masih digolongkan sebagai Variant of Interest. Ada beberapa jenis varian yang tergolong VoI ini setidaknya ada 6 atau 7 varian yang menjadi perhatian," pungkasnya.



Simak Video "Miris! Istri Antar Jenazah Suami yang COVID-19 dengan Becak di India"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)