Selasa, 04 Mei 2021 16:33 WIB

Tak Hanya di India, Kasus Corona di Negara-negara Ini Juga Naik Drastis

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Penyebaran virus Corona di India terus mengganas. Bahkan pada Sabtu (1/5) ini, India mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Foto: Abhishek Chinnappa/Getty Images
Jakarta -

Kasus COVID-19 masih terus melonjak di sejumlah negara. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari abai terhadap protokol kesehatan hingga kemunculan varian baru Corona.

Varian baru Corona yang belum lama diidentifikasi adalah varian Corona dari India, yaitu B1617. Diketahui, varian ini memiliki mutasi ganda yang membuatnya lebih mudah menular.

Dari sejumlah negara ini, ada empat yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, sangat berdekatan dengan Indonesia. Berikut sederet negara yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 terparah.

1. India

Setelah sempat melandai, kasus COVID-19 di India kembali melonjak pesat. Hal ini disebabkan karena pelonggaran protokol kesehatan, acara-acara keagamaan yang memicu kerumunan, hingga kemunculan varian B1617.

Kondisi ini menyebabkan gelombang kedua COVID-19 atau second wave menerjang India. Akibatnya kasus harian naik pesat hingga ratusan ribu per harinya dan fasilitas kesehatan yang kolaps.

Selain itu, stok oksigen medis dan vaksin di negara tersebut mulai langka. Dampaknya membuat banyak orang meninggal dunia di setiap harinya.

2. Thailand

Dikutip dari Bangkok Post, pada Senin (3/5/2021) Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan kasus harian COVID-19 sebanyak 2.041 dengan angka kematian sebanyak 31 kasus selama 24 jam terakhir.

Jumlah tersebut membuat Thailand memiliki total kasus sebanyak 71.025, dengan 276 kasus kematian. Lonjakan ini diduga disebabkan oleh munculnya varian Corona Inggris B117, yang menyebabkan lebih dari setengah total kasus dan kematian sejak awal pandemi.

"Jika angkanya tidak turun dan malah terus meningkat, itu berarti kita sedang menuju tahap krisis sebenarnya" kata dekan fakultas kedokteran Rumah Sakit Siriraj, Prasit Watnapa dalam konferensi pers Center of COVID-19 Situation Administrasi (CCSA).

3. Pakistan

Negara tetangga India ini juga mengalami lonjakan kasus COVID-19. Lonjakan kasus yang tajam pertama terjadi saat awal wabah pada Juni 2020 dengan 5.000 hingga 6.000 kasus per harinya.

Kasus tersebut sempat turun ke angka 500-600 kasus per harinya pada Oktober 2020 lalu. Namun, sejak April 2021, jumlah kasusnya terus naik hingga di atas 4.000 kasus per harinya.

4. Kazakhstan

Kazakhstan juga mengalami lonjakan kasus yang cukup parah. Kini, dalam 24 jam jumlah penambahan kasus di negara tersebut mencapai hampir 3.000 kasus.

Lonjakan kasus COVID-19 di Kazakhstan ini berawal pada 20 April 2021. Saat itu, negara tersebut mencatatkan 1.310 kasus dan belum juga turun dari angka 2.000-an kasus per harinya.

5. Filipina

Filipina menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mencatatkan lonjakan kasus COVID-19 yang pesat. Berdasarkan data pemerintahan Filipina, dilaporkan ada hampir 9.000 kasus COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Dengan pertambahan kasus ini, total kasus di Filipina mencapai 1.006.428 dengan 16.853 orang meninggal dunia. Jumlah ini membuat Filipina menjadi negara dengan kasus tertinggi di Asia Tenggara kedua setelah Indonesia yang mencatatkan 1 juta kasus infeksi.

6. Malaysia

Menteri Kesehatan Malaysia Adham Baba mengatakan mereka berhasil mendeteksi kasus pertama dari varian virus Corona India. Varian tersebut terdeteksi dari seorang warga negara India yang diperiksa di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Saat ini, Malaysia tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang parah. Pada Minggu (2/5/2021) lalu, negara tetangga Indonesia ini mencatat penambahan kasus harian sebanyak 3.148. Sehingga total kasusnya mencapai 415.021 dengan angka kematian lebih dari 1.500 orang.

7. Kamboja

Pada Senin (3/5/2021), Kamboja mencatat penambahan kasus sebanyak 841 dalam sehari. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama pandemi COVID-19.

Dikutip dari Khmer Times, total kasus COVID-19 di Kamboja mencapai 15.361 dengan kasus kematian sebanyak 164. Kasus kematian di Phnom Penh dan Kampong Chnnang diduga tertular virus Corona setelah naik kendaraan umum. Mereka juga diduga tidak mampu untuk membayar tes COVID-19 di RS swasta.



Simak Video "Mulai 7 Juni, Jerman Buka Layanan Vaksinasi Corona untuk Umum"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)