Rabu, 05 Mei 2021 08:35 WIB

Round up

Sate Takjil Beracun Tewaskan Bocah di Bantul, Kenapa Sianida Gampang Dibeli?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul Salah kirim sate takjil beracun memakan korban anak driver ojol. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom

Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa yogyakarta memastikan kalium sianida tidak bisa diperjualbelikan secara bebas. Pembelian racun ini harus menggunakan rekomendasi dinas terkait.

Aturan yang sama juga berlaku bagi formalin untuk kepentingan medis. Pembelian bahan-bahan berbahaya ini harus melalui permohonan ke Disperindag dan harus dilaporkan.

"Jadi melaporkan secara berkala ke Disperindag. Dari pengecer dan penjual selalu melaporkan. Kami tetap catat itu. Yang dicatat fungsi penggunaannya itu dan dari pengecernya itu. Nanti untuk apanya tercatat," jelas Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Aprianto.

Soal adanya racun sianida dalam sate takjil beracun yang menewaskan seorang bocah di Bantul, Yanto memastikan itu ilegal. Bahan tersebut didapat melalui jalur tidak resmi.

"Bisa juga seperti itu (ilegal) Bukan dari kita, karena kan seperti Yogya (DIY) ini pintu masuknya kan dari berbagai tempat gitu ya. Ambil contoh seperti formalin dulu itukan kebanyakan datang dari batas-batas kota," tegasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Faktor Penyebab Munculnya Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 di RI"
[Gambas:Video 20detik]

(vyp/up)