Rabu, 05 Mei 2021 09:14 WIB

Pengadilan India Sebut Kematian Pasien Corona Tak Berbeda dari Genosida

Firdaus Anwar - detikHealth
FILE - In this May 1, 2021, file photo, relatives carry the body of a person who died of COVID-19 as multiple pyres of other COVID-19 victims burn at a crematorium in New Delhi, India. COVID-19 infections and deaths are mounting with alarming speed in India with no end in sight to the crisis. People are dying because of shortages of bottled oxygen and hospital beds or because they couldn’t get a COVID-19 test. (AP Photo/Amit Sharma, File) COVID-19 di India. (Foto ilustrasi: AP/Amit Sharma)
Jakarta -

Pengadilan di India pada Selasa (4/5/2021), mengatakan kematian pasien COVID-19 karena tak mendapat suplai oksigen merupakan kejahatan dan tak jauh berbeda dari genosida. Pengadilan menuntut pemerintah setempat memperbaiki respons penanganan krisis COVID-19.

Pengadilan Tinggi Allahabad membuat pernyataan tersebut dalam sidang terkait penanganan krisis di Uttar Pradesh. Pengadilan menghadirkan bukti-bukti video yang menunjukkan penimbunan silinder oksigen dan penganiayaan orang-orang miskin yang memohon suplai oksigen medis.

"Kematian pasien COVID-19 karena tidak menyuplai oksigen ke rumah sakit adalah sebuah tindakan kejahatan. Ini tidak jauh berbeda dari tindakan genosida oleh mereka yang telah diberi tanggung jawab memastikan pengadaan dan rantai suplai oksigen medis," kata pengadilan seperti dikutip dari CNN, Rabu (5/5/2021).

Ada dua cerita kematian pasien COVID-19 yang mendapat perhatian khusus yaitu Meerut dan Lucknow. Pengadilan memerintahkan dilakukan investigasi lebih lanjut.

Hingga saat ini pemerintah Uttar Pradesh belum memberikan respons formal terhadap keputusan pengadilan.



Simak Video "Total Kasus Corona India Tembus 18 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)