Rabu, 05 Mei 2021 10:49 WIB

Vaksin Corona Sinovac Diuji di Eropa, Begini Hasil Awalnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto: iStock
Jakarta -

Otoritas obat Eropa (EMA) menyebut tengah mempelajari uji vaksin Corona China besutan Sinovac di wilayahnya. Berdasarkan hasil awal uji vaksin di manusia dan hewan, disebutkan vaksin Sinovac memicu respons kekebalan tubuh pada virus Corona.

Hasil awal uji vaksin COVID-19 berteknologi inactivated vaccine atau virus yang dimatikan tersebut dinilai besar kemungkinan menjadi pertimbangan izin penggunaan darurat di Eropa.

"Ini adalah vaksin China pertama yang dipelajari EMA secara real-time, dan vaksin COVID-19 keempat sedang ditinjau, termasuk dari CureVac, Novavax Inc (NVAX.O) dan Sputnik V Rusia," jelas EMA, dikutip dari Reuters.

Di uji klinis negara lain, vaksin Sinovac telah menunjukkan tingkat kemanjuran antara 50 persen hingga 90 persen dalam berbagai penelitian. Vaksin Sinovac sudah dipakai di sejumlah negara seperti China, Indonesia, Brasil, dan Turki.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia disebut akan mempertimbangkan izin penggunaan darurat vaksin Corona China termasuk Sinovac di awal Mei 2021. Jika sudah mendapat persetujuan, vaksin Sinovac lantas masuk daftar emergency use listing (EUL) WHO.

"Kami akan mengeluarkan keputusan beberapa hari kemudian," kata WHO beberapa waktu lalu.



Simak Video "Epidemiolog: Dosis Ketiga Sinovac Baiknya Diberikan Setelah 6 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)