Rabu, 05 Mei 2021 22:07 WIB

Kontraksi Palsu Vs Tanda Persalinan, Bagaimana Cara Membedakannya?

Ardela Nabila - detikHealth
Ilustrasi latihan pernapasan saat hamil Foto: Getty Images/iStockphoto/Viktoriia Hnatiuk
Jakarta -

Terlalu banyak melakukan aktivitas saat masa kehamilan kerap kali membuat perut menjadi terasa kencang. Biasanya, kondisi ini menjadi pemicu kontraksi palsu atau Braxton Hicks, yakni kondisi perut kencang yang terjadi secara tidak teratur atau hilang timbul.

Kontraksi palsu tersebut umumnya mulai dirasakan pada usia kehamilan 20 minggu dan sering kali terjadi ketika ibu hamil kelelahan lantaran terlalu banyak melakukan aktivitas berat.

Penyebab lain yang bisa menyebabkan kondisi kontraksi palsu adalah ketika ibu hamil terlalu banyak berdiri. Saat kontraksi palsu terjadi, biasanya terjadi dalam waktu singkat dan bisa terasa setiap jam.

Selama kondisi tersebut muncul, ibu hamil juga biasanya akan merasakan bagian perut dari pinggang ke depan terasa kram. Pada usia kehamilan yang memasuki 34 minggu, kontraksi yang kencang dan tidak teratur ini bisa menjadi teratur.

Pada kondisi kontraksi menjadi teratur tersebut, ibu hamil akan mendapati bercak darah yang menjadi tanda persalinan. Namun, tidak semua ibu hamil mengalami kontraksi palsu. Angka kejadian kondisi tersebut biasanya ditemukan pada wanita yang sering beraktivitas selama hamil.

Penyebab kontraksi palsu

Kontraksi palsu bisa disebabkan lantaran ibu hamil terlalu banyak bergerak selama masa kehamilan. Kelelahan juga bisa menjadi penyebab lain mengapa kontraksi palsu muncul.

Lebih lanjut, kontraksi palsu juga bisa disebabkan oleh aktivitas seksual selama hamil. Sebab, sperma yang masuk ke dalam organ intim ibu hamil mengandung cairan atau zat prostaglandin yang bisa memicu kontraksi palsu.

Meski berhubungan seksual selama masa kehamilan tidak ada salahnya, sebaiknya pria membuang sperma di luar sebelum mencapai klimaks untuk mencegah terjadinya kontraksi palsu.

Tips mengatasi kontraksi palsu

Ketika kontraksi palsu terjadi, ibu hamil dapat mengatasi kondisi tersebut dengan sejumlah cara, yaitu:

  1. Mengurangi aktivitas berat atau jangan terlalu banyak bergerak
  2. Cukup bersantai apabila kontraksi palsu mulai dirasakan
  3. Jangan memijat daerah yang kontraksi karena bisa membahayakan kandungan
  4. Tidur dengan posisi miring ke kiri untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi
  5. Berendam atau mandi air hangat.

Dengan mengurangi aktivitas berat, maka kontraksi palsu bisa hilang dengan sendirinya. Jika kontraksi terjadi secara teratur dan terasa semakin sakit hingga keluar lendir darah, maka sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lalu, bagaimana cara membedakan kontraksi palsu dan tanda melahirkan?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Plasma Konvalesen Dapat Cegah Gawat Janin Pada Bumil Terpapar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)