Kamis, 06 Mei 2021 03:00 WIB

Round Up

DKI Mulai Gunakan Vaksin AstraZeneca, 3 Wilayah Ini Dapat Prioritas

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama Vaksin COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Mulai 5 Mei 2021, DKI Jakarta menggunakan vaksin AstraZeneca di seluruh fasilitas layanan vaksinasi COVID-19. Terkait kemungkinan efek samping, tidak ada screening khusus pada penerima vaksin ini.

"Di bulan Mei ini, vaksin AstraZeneca kita pakai mulai per tanggal 5 Mei untuk suntikan dosis pertama," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam konferensi pers Rabu (5/5/2021).

Ada 3 kategori wilayah di DKI yang akan mendapat vaksin AstraZeneca, yakni sebagai berikut.

  1. RW berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 90/2018 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu.
  2. Daerah yang terdapat atau berpotensi terjadinya kasus COVID-19 dengan Variant of Concern (VOC).
  3. PPKM Mikro sesuai dengan skala prioritas/daerah zinasi yang paling berisiko berdasarkan hasil kajian tiap 2 minggu.

"Ada empat zonasi di PPKM mikro, merah, oranye, kuning, dan hijau. Kita pilih yang zona merah dan oranye untuk dilakukan penyuntikan," kata Widyastuti.

Widyastuti menyebut, DKI sebenarnya sudah menggunakan vaksin AstraZeneca sejak bulan Maret untuk kelompok petugas pelayanan publik. Dari Kementerian Kesehatan, DKI mendapat jatah 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca dan sudah menerima 500 ribu dosis.

Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertamaProgram vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama Foto: Pradita Utama

Efek samping vaksin AstraZeneca

Hingga saat ini, Widyastuti menyebut sudah lebih dari 28 ribu warga DKI yang mendapat vaksin AstraZeneca. Dari jumlah tersebut, efek samping yang dikeluhkan umumnya dikategorikan ringan.

"Sejauh pantauan kita sampai dengan sekarang tidak ada KIPI serius walaupun ada beberapa yang menyampaikan agak meriang, demam, ada yang mengeluhkan seperti itu," beber Widyastuti.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof dr Hindra Irawan Satari, SpA(K) mendorong penerima vaksin untuk melapor jika mengalami keluhan setelah vaksinasi dengan AstraZeneca. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain:

  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Kaki bengkak
  • Sakit perut
  • Gejala neurologis (sakit kepala atau pandangan buram)
  • Perdarahan di luar tempat suntikan.

"Segera lapor. Jangan lapor di socmed, laporkan di nomor telepon yang tertera di belakang kartu (vaksinasi)," pesan Prof Hindra.

Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertamaSeorang warga di permukiman padat di DKI mendapat vaksin COVID-19. Foto: Pradita Utama


Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)