Rabu, 05 Mei 2021 22:40 WIB

Jepang Akan Perpanjang Status Darurat Corona, Jumlah Pasien Kritis Cetak Rekor

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A station passageway is crowded with commuters wearing face mask during a rush hour Tuesday, May 26, 2020, in Tokyo.  Japanese Prime Minister Shinzo Abe lifted a coronavirus state of emergency in Tokyo and four other remaining prefectures on Monday, May 25, ending the declaration that began nearly eight weeks ago.(AP Photo/Eugene Hoshiko) Foto: AP/Eugene Hoshiko
Jakarta -

Jepang berencana memperpanjang status darurat Corona di Tokyo dan daerah perkotaan besar lainnya. Status darurat Corona sebelumnya mulai berlaku sejak 25 April 2021 saat kasus COVID-19 kembali meningkat.

Rencananya, setelah 11 Mei, pemerintah setempat akan tetap menerapkan status darurat COVID-19 demi menekan lonjakan kasus. Namun, belum diketahui persis berapa lama status darurat COVID-19 diperpanjang dan ketentuan pembatasan seperti apa yang berlaku.

Seperti sejumlah negara lainnya, kasus COVID-19 di Jepang kembali meledak. Per kemarin, ada penambahan 4.764 kasus, sehingga total akumulatif positif COVID-19 mencapai 607.626 kasus.

Di bawah status darurat Corona, Tokyo dan daerah perkotaan lain menutup restoran, bar, dan tempat karaoke. Begitu pula dengan toserba besar hingga bioskop, penutupan ini juga berlaku pada acara olahraga besar.

Wacana perpanjangan status darurat Corona dikhawatirkan membuat olimpiade Tokyo di musim panas yang rencananya digelar 23 Juli lantas batal.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga akan bertemu dengan menteri senior pemerintah pada hari Rabu untuk membahas pertimbangan perpanjangan. Kabar ini juga menyusul data jumlah pasien COVID-19 bergejala kritis yang mencetak rekor per 2 Mei 2021.

Ada 1.050 kasus pada hari Minggu, naik 30 dari hari sebelumnya, ketika negara itu bergulat dengan gelombang baru virus Corona. Rekor sebelumnya tercatat sebanyak 1.043 kasus pada 27 Januari ketika sekitar dua belas prefektur berada di bawah keadaan status darurat COVID-19 kedua.

Lonjakan kasus serupa terjadi Malaysia, yang memicu peningkatan hunian RS. Penyebabnya disebut Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah dikarenakan pandemic fatigue. Artinya, masyarakat sudah lelah pada pandemi Corona yang tak kunjung usai.

"Selain itu, aturan dilonggarkan, sektor ekonomi dibuka kembali, diadakan temu massal. Ini berkontribusi terhadap lonjakan kasus di mana-mana," kata dia.



Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
eLife
×
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19 Selengkapnya