Jumat, 07 Mei 2021 03:30 WIB

Kerupuk Vs Keripik, Mana Sih yang Lebih Memicu Hipertensi?

Vidya Pinandhita - detikHealth
It is Indonesian food made from flour and salt Kerupuk buat lauk sahur (Foto: Getty Images/iStockphoto/Didik Setiyawan)
Jakarta -

Bagi sebagian warga +62, kriuk kerupuk bikin makan siang makin afdol. Dicampur nasi nikmat, dicampur kuah pun tak kalah sedap.

Seperti goreng-gorengan lainnya, kerupuk disebut-sebut membawa sederet bahaya bagi tubuh. Terlebih karena gurih, banyak yang mengaitkannya dengan kandungan garap dan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun rupanya, ada yang lebih mengkhawatirkan dibanding kerupuk.

"Dia (kerupuk) nggak manis, kandungan garamnya juga saya nggak tahu. Tapi sepanjang yang saya tahu, orang nggak bisa makan kerupuk 1 blek (kaleng kerupuk). Mungkin sebagai teman makan bolehlah, selama tidak banyak," terang dr Erwinanto, SpJP(K), FIHA, dokter jantung yang juga ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) dalam diskusi daring, Kamis (6/5/2021).

Jangan senang dulu. Ia menegaskan, tak berarti makanan kriuk aman dikonsumsi semena-mena. Apapun jika berlebihan, pasti tidak baik untuk kesehatan.

Nah, yang menurutnya lebih berbahaya dibanding kerupuk adalah keripik-keripikan baik yang berbahan kentang, ubi, dan lain-lain. Kalau itu, garamnya memang mengkhawatirkan.

Creative ImageKerupuk nasi goreng lebih tipis. Tapi enak. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kadek Bonit Permadi

Kerupuk umumnya dimakan tidak lebih dari 1 potong sekali makan, sehingga dr Erwinanto tak begitu mengkhawatirkan pengaruhnya.

Lain halnya dengan potato chips, gurihnya bikin nagih. Makan sedikit tak cukup, tangan akan terus-menerus merogoh isi kantong snack sampai lama-lama habis sebungkus.

"Yang masalah adalah chip (keripik). Chip itu tahu ya, seperti potato (kentang) dan sebagainya itu yang banyak garam. Itu bukan kerupuk," imbuhnya.

Menurutnya, makanan apa pun sebenarnya tak dilarang. Namun, harus diseimbangkan dengan batas maksimal asupan garam per hari, yakni 5-6 gram.

Jika dalam 1 hari sudah memakan makanan tinggi garam seperti snack atau mie instan, pastikan asupan makanan lainnya dalam hari itu tak tinggi garam agar asupan garam harian tidak berlebih.



Simak Video "Kunci Puasa Lancar, Ahli Gizi: Penting Makan Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)