Jumat, 07 Mei 2021 11:31 WIB

Kabar Baik! Vaksin Corona Moderna 96 Persen Efektif di Usia Anak

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
FILE - In this July 27, 2020, file photo, a nurse prepares a shot as a study of a possible COVID-19 vaccine, developed by the National Institutes of Health and Moderna Inc., gets underway in Binghamton, N.Y. The U.S. is poised to give the green light as early as Friday, Dec. 18, to a second COVID-19 vaccine, a critical new weapon against the surging coronavirus. Doses of the vaccine developed by Moderna Inc. and the National Institutes of Health will give a much-needed boost to supplies as the biggest vaccination effort in the nation’s history continues. (AP Photo/Hans Pennink, File) Foto: AP Photo/Hans Pennink, File
Jakarta -

Vaksin Corona Moderna diklaim 96 persen efektif untuk anak-anak di usia 12 hingga 17 tahun. Data tersebut merupakan hasil awal penelitian yang dirilis pada Kamis (6/5/2021).

Moderna berencana akan segera mengajukan data lengkap ke otoritas obat Amerika Serikat (FDA), setidaknya akhir bulan ini. Data awal vaksin Corona Moderna didapat dari uji coba lebih dari 3 ribu peserta berusia 12 hingga 17 tahun.

"Vaksin dapat ditoleransi dengan baik tanpa adanya masalah keamanan," jelas Moderna, pengembang vaksin COVID-19 berteknologi mRNA, dikutip dari CNBC, Rabu (7/5/2021).

CEO Moderna Stephane Bancel menjelaskan kemungkinan pemberian dosis vaksin Corona Moderna akan membutuhkan suntikan 'booster' di masa datang. Hal ini menanggapi beragam varian Corona yang belakangan ditemukan.

Diharapkan, suntikan 'booster' bisa meningkatkan respons antibodi pasca divaksinasi. Terutama untuk melawan varian B1351 Afrika Selatan hingga varian P-1 yang diyakini lebih 'ganas' daripada strain COVID-19 aslinya.

"Varian baru yang menjadi perhatian terus bermunculan di seluruh dunia. Dan kami yakin bahwa selama enam bulan ke depan, saat Belahan Bumi Selatan memasuki musim gugur dan musim dingin, kami dapat melihat lebih banyak varian kekhawatiran muncul," kata Bancel.

"Kami yakin suntikan 'booster' akan dibutuhkan karena kami yakin virus tidak akan hilang."



Simak Video "Duh! AS Timbun Puluhan Juta Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)