Jumat, 07 Mei 2021 15:31 WIB

Varian Baru Corona Bisa 'Meledak' 6 Bulan ke Depan? Ini Prediksinya

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: NIAID)
Jakarta -

Varian baru virus COVID-19 diprediksi akan lebih banyak muncul dalam beberapa waktu mendatang. Hal ini disampaikan oleh CEO vaksin Moderna, salah satu produsen vaksin COVID-19.

CEO Moderna, Stephane Bancel mengatakan varian baru COVID-19 akan banyak bermunculan dalam beberapa bulan mendatang saat Belahan Bumi Selatan memasuki musim gugur dan musim dingin. Wilayah tersebut meliputi Afrika, Australia, sebagian besar Amerika Selatan dan sebagian Asia.

"Varian baru yang menjadi perhatian terus muncul di seluruh dunia. Dan kami percaya dalam enam bulan ke depan, di Belahan Bumi Selatan masuk musim gugur dan musim dingin, kami bisa melihat lebih banyak varian yang muncul," jelas Bencel, dikutip dari laman CNBC.

Dia menambahkan kemungkinan orang-orang memerlukan suntikan penguat (booster) usai mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 atau suntikan ketiga vaksin Corona.

"Kami yakin suntikan booster akan dibutuhkan karena kami yakin virus tidak akan hilang," jelas dia.

Ucapan Stephane Bencel datang berselang sehari setelah perusahaan mengumumkan suntikan penguat vaksinnya. Suntikan tersebut menghasilkan respons imun pada varian B.1.351 (India) dan P.1 (Brazil).

Kedua varian tersebut juga telah menyebar ke sejumlah negara lain, termasuk di Amerika Serikat. Namun data tersebut masih bersifat tahap awal, serta belum ada peninjauan oleh rekan sejawat lainnya.

Tambahan informasi, vaksin Moderna membutuhkan dua dosis dalam jarak empat minggu. Meskipun suntikan memiliki keefektifan tinggi melawan COVID-19, sejumlah eksekutif dan pejabat perusahaan memperkirakan perlindungan itu akan berkurang seiring berjalannya waktu.



Simak Video "Apa Saja Varian Corona yang Teridentifikasi di Indonesia?"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)