Sabtu, 08 Mei 2021 06:30 WIB

Kematian COVID-19 Jateng Capai 12 Ribu, Ganjar Ingatkan Soal Kumpul-kumpul

Arbi Anugrah - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Foto: Rifkianto Nugroho
Banyumas -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat angka kematian kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya mencapai 12 ribu kasus.Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan dan menjaga lansia.

"Sebenarnya vaksinasi perlu, protokol kesehatan perlu, disiplin perlu dan kita memang meminta agar orang tua kita para lansia dijaga. Karena rata rata kalau tidak, mereka yang lansia ya mereka yang komrobit, maka inilah yang kita lakukan pencegahan termasuk disiplin disiplin," paparnya.

Dia menegaskan bahwa disiplin dalam mengurangi angka kematian sangat penting. Maka dari itu pihaknya meminta dukungan masyarakat agar dapat menekan angka kematian akibat virus Corona atau COVID-19 di Jawa Tengah.

"Memang soal disiplin ini. Kan sesuai surveinya setiap hari menurun, kita minta dukungan masyarakat. Meskipun sudah divaksin tetep harus disiplin. Contoh tidak disiplinnya apa? Ya ini kumpul kumpul gini," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Penanganan COVID-19 pusat menyebut Jawa Tengah kembali memiliki zona merah yaitu Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Namun data dari Satgas di Jawa Tengah menyebut justru Kabupaten Brebes yang masuk zona merah.

Perbedaan data memang beberapa kali terjadi antara Satgas daerah dan pusat. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan dari catatan terakhir, zona merah ada di Kabupaten Brebes.

"Satgas pusat selalu berbeda dengan kita, catatan kita yang terakhir kemarin kabupatennya Brebes," kata Ganjar di kantornya, Rabu (5/5).

Jika dilihat dari data kasus Corona per tanggal 7 Mei, kasus Corona di Brebes sebanyak 3.639 kasus. Kemudian ada 246 pasien dirawat, 2.999 sembuh, dan 394 meninggal. Dengan jumlah suspek 190.

Sedangkan Kota Salatiga yang sempat disebut zona merah, berdasarkan catatan Pemprov Jateng mencatat kasus Corona sebanyak 1.716 kasus. Di antara jumlah tersebut ada 61 pasien dirawat, 1.619 pasien sembuh, dan 36 pasien meninggal. Dengan jumlah suspek 55 kasus.

Kemudian dari jumlah kasus Corona di Jateng, tercatat ada sejumlah klaster yang muncul belakangan ini. Di antaranya klaster takziah, klaster ziarah, klaster tilik bayi, hingga klaster pondok pesantren (ponpes).



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(arb/up)