Sabtu, 08 Mei 2021 08:10 WIB

Eropa Analisis Laporan Munculnya GBS Usai Pemberian Vaksin AstraZeneca

Firdaus Anwar - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menganalisis kemungkinan munculnya kondisi langka Guillain-Barre syndrome (GBS) usai vaksinasi COVID-19 AstraZeneca. Hal serupa pernah dilaporkan juga di Indonesia.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (8/5/2021), EMA menyebut komite keamanan vaksin Vaxzevria yang akan menganalisa data AstraZeneca. Tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah kasus GBS dalam hal ini.

Dikutip dari laman CDC, GBS adalah kelainan langka saat sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf dan menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan. Meskipun penyebab pasti tidak sepenuhnya dipahami, sindrom ini sering kali terjadi setelah infeksi virus atau bakteri.

Di Indonesia kasus GBS usai pemberian vaksin AstraZeneca sempat ramai dilaporkan terjadi pada seorang guru honorer asal Sukabumi. Hanya saja menurut Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tidak ada cukup bukti keterkaitan GBS dengan vaksin yang diberikan.

"Kesimpulan, belum cukup bukti untuk menyatakan adanya hubungan antara kelemahan anggota gerak dan keburaman mata dengan vaksinasi Covid-19. Diagnosa saat ini pada SA (31) adalah Guillain-Barre Syndrome atau GBS," kata Ketua Komisi Daerah (Komda) KIPI Jawa Barat Kusnandi Rusmil beberapa waktu lalu.

Investigasi dilakukan setelah bulan lalu EMA menemukan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca dan Johnson & Johnson kemungkinan bisa memicu kasus pembekuan darah yang langka. EMA menyebut vaksin pada akhirnya tetap direkomendasikan karena manfaatnya dalam mencegah penyakit lebih besar daripada risiko efek samping.



Simak Video "Kenali Guillain Barre Syndrome yang Menimpa Guru Susan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)