Sabtu, 08 Mei 2021 15:08 WIB

Kasus COVID-19 Melonjak, RS di Bangkok Krisis Tempat Tidur

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
FILE - In this Dec. 20, 2020, file photo, a health worker in protective clothing collects nasal swab sample from a man to test for COVID-19 in Samut Sakhon, south of Bangkok. Thailand, which has kept the coronavirus largely in check for most of the year, is facing a challenge from a large outbreak of the virus among migrant workers in the province close to Bangkok.(AP Photo/ Chalida Ekvitthayavechnukul, File) Kasus COVID-19 di Bangkok, Thailand, melonjak pesat. (Foto: AP Photo/ Chalida Ekvitthayavechnukul, File)
Jakarta -

Pada Jumat (7/5/2021), Pusat Administrasi Situasi COVID-19 (CCSA) di Bangkok, Thailand, mengungkapkan jumlah infeksi harian melonjak pesat. Juru bicara CCSA Dr Taweesilp Visanuyothin mengatakan kasus COVID-19 di Bangkok naik lebih dari 500 kasus per harinya sejak awal Mei.

Jumlahnya pun terus meningkat hingga mencapai 869 kasus selama 24 jam terakhir. Hal ini membuat pihak rumah sakit harus mempertimbangkan jumlah pasien di setiap rumah sakit, karena kurangnya jumlah tempat tidur.

"Manajemen sumber daya tempat tidur di rumah sakit harus mempertimbangkan jumlah pasien di Bangkok dan provinsi terdekat," katanya yang dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Dr Taweesilp, permintaan tempat tidur di Bangkok diprediksi terus meningkat sampai minggu kedua atau ketiga di bulan ini. Bahkan sebuah rumah sakit lapangan baru dibangun di pusat konferensi di daerah Chaeng Watthana dengan kapasitas lebih dari 1.000 tempat tidur, yang ditujukan untuk pasien COVID-19 dengan sakit parah.

Dr Taweesilp mengatakan peningkatan kasus ini disebabkan adanya penularan virus yang terjadi di tempat hiburan pada awal bulan lalu. Penularan tersebut berkembang dari antar individu menjadi klaster keluarga dan komunitas.

Ia juga menjelaskan sejak gelombang ketiga pandemi COVID-19 terjadi di Thailand pada bulan lalu, sebanyak 191 kasus terdeteksi di distrik Bang Kae. Penularan tersebut terjadi di pusat perbelanjaan The Mall Bang Kae, Soi Phetkasem 84, dan perumahan Thaweechote.

Lonjakan jumlah kasus ini juga berdampak pada kenaikan kasus kematian di Bangkok. Hal ini pun membuat pelayanan pemakaman di sana mulai mengalami masalah.

Meski permasalahannya belum jelas, dilaporkan beberapa kuil di daerah tersebut menolak jenazah-jenazah yang meninggal karena COVID-19 untuk dikremasi di sana. Ini disebabkan karena ketakutan akan tertular virus dari jenazah tersebut.



Simak Video "Rekor 200 Ribu Kasus, India Kewalahan Tangani Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)