Sabtu, 08 Mei 2021 18:35 WIB

4 Fakta Sindrom Guillain-Barre dan Kaitannya dengan Vaksin AstraZeneca

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Soal GBS yang dikaitkan dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca. (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) tengah menganalisis munculnya kondisi langka Guillain-Barre Syndrome (GBS) usai vaksinasi COVID-19 AstraZeneca. Dikutip dari Reuters, EMA mengatakan komite keamanan vaksin Vaxzevria akan menganalisis data dari vaksin ini.

Tetapi, tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah kasus sindrom Guillain-Barre atau GBS dalam hal ini.

Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Indonesia, yang menyebabkan seorang guru honorer asal Sukabumi. Guru bernama guru Susan mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan.

Namun, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari mengatakan kasus ini tidak berkaitan dengan vaksin COVID-19 kedua yang diterimanya.

Berikut beberapa fakta soal sindrom Guillain-Barre atau GBS yang perlu diketahui.

Apa itu sindrom Guillain-Barre?

Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka yang membuat sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kelemahan otot hingga kelumpuhan.

Apa penyebabnya?

Terkait penyebab dari sindrom Guillain-Barre ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, sindrom ini sering terjadi setelah infeksi virus atau bakteri.

Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa contoh infeksi yang diketahui bisa berkaitan dengan sindrom Guillain-Barre atau GBs, yaitu:

  • Bakteri campylobacter
  • Influenza
  • Cytomegalovirus
  • Virus Epstein-Barr
  • Virus Zika
  • Hepatitis A, B, C, dan E
  • Human immunodeficiency virus (HIV)
  • Bakteri mycoplasma pneumoniae
  • COVID-19

Kasus sindrom Guillain-Barre juga dilaporkan bisa berkaitan dengan operasi, luka atau trauma, serta vaksinasi influenza. Hanya saja CDC mengatakan kasus GBS yang berkaitan dengan vaksinasi influenza kemungkinannya lebih kecil daripada influenza itu sendiri.

Terkait Guillain-Barre Syndrome ini, apa saja gejala yang muncul? Klik ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kenali Guillain Barre Syndrome yang Menimpa Guru Susan"
[Gambas:Video 20detik]