Senin, 10 Mei 2021 08:13 WIB

Mengenal 'Jamur Hitam' yang Picu Kebutaan Pasien Corona di India

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pasien Covid-19 di Ahmedabad, India harus mengantre berjam-jam di dalam ambulans untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Penumpukan pasien ini imbas lonjakan kasus Corona di India yang angkanya melebihi 300 ribu kasus baru perhari. Foto: AP Photo
Jakarta -

Puluhan pasien dan penyintas Corona di India mengeluhkan mucormycosis. Ada 40 pasien Corona mengidap infeksi langka dinamakan 'jamur hitam' di Mumbai.

Sementara di kota lain seperti Gujarat, ada 200 orang dirawat di RS karena infeksi langka 'jamur hitam'. Penyakit yang dipicu oleh fungi di tanah, tumbuhan, pupuk, buah, hingga sayuran busuk ini bahkan membuat salah satu penyintas Corona kehilangan matanya.

"Kondisi diabetes sudah menurunkan sistem imun, virus Corona memperparah dan obat steroid yang digunakan untuk mengatasinya seperti bahan bakar yang membuat api semakin besar," jelas Dr Nair seperti dikutip dari BBC, Senin (10/5/2021).

Dikutip dari Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada beberapa hal yang perlu diketahui soal 'jamur hitam' ini. Berikut fakta-faktanya.

Apa itu mucormycosis?

Mucormycosis adalah infeksi jamur yang serius, hidup di seluruh lingkungan. Terutama di tanah, dan bahan organik yang membusuk, seperti daun, tumpukan kompos, atau kayu busuk.

Orang yang terkena mucormycosis umumnya bersentuhan dengan spora jamur di lingkungan. Misalnya, bentuk infeksi paru-paru atau sinus dapat terjadi setelah seseorang menghirup spora.

Bentuk mucormycosis ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan atau mengonsumsi obat yang menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit. Mucormycosis juga dapat menyerang pada kulit setelah jamur menginfeksi kulit melalui luka, goresan, luka bakar.

Gejala mucormycosis 'jamur hitam'

Pasien yang mengidap mucormycosis kerap memiliki gejala yang berbeda. Namun, umumnya yang dikeluhkan meliputi:

  • Wajah bengkak satu sisi
  • Sakit kepala
  • Hidung atau sinus tersumbat
  • Lesi hitam di batang hidung atau bagian dalam atas mulut yang dengan cepat menjadi lebih parah
  • Demam

Gejala mucormycosis yang menyerang paru-paru:

  • Demam
  • Batuk
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Mucormycosis kulit (kulit) dapat terlihat seperti lecet atau bisul, dan area yang terinfeksi dapat menjadi hitam. Gejala lain termasuk nyeri, hangat, kemerahan berlebihan, atau bengkak di sekitar luka.

Gejala mukormikosis gastrointestinal:

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Pendarahan gastrointestinal

Siapa yang rentan terkena mucormycosis?

Selain dilaporkan pada kasus COVID-19 atau penyintas Corona, penyakit mucormycosis cukup jarang terjadi. Namun, lebih sering menyerang orang dengan masalah kesehatan atau menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit. Seperti pengidap diabetes, kanker, transplantasi organ, cedera kulit, dan lainnya.



Simak Video "Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)