Senin, 10 Mei 2021 11:31 WIB

'Jamur Hitam' Hantui Pasien Corona di India, Ini 5 Jenis Infeksi Mucormycosis

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
New Delhi - India kembali melaporkan rekor tertinggi untuk kasus harian virus Corona (COVID-19) di wilayahnya, dengan mencatat lebih dari 414 ribu kasus dalam 24 jam terakhir. Ini berarti selama sepekan terakhir, India mencatat 1,57 juta kasus Corona di berbagai wilayahnya. Pasien Corona di India. (Foto ilustrasi: Getty Images/Getty Images)
Jakarta -

Sejumlah pasien dan penyintas Corona di India dilaporkan terkena mucormycosis atau 'jamur hitam'. Mucormycosis merupakan infeksi jamur yang berasal dari tanah, dan bahan organik yang membusuk, seperti daun, tumpukkan kompos, atau kayu busuk.

Umumnya penyakit ini tak menimbulkan ancaman yang serius. Namun, bagi mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, mucormycosis dapat berakibat fatal.

Contohnya, salah satu penyintas Corona di India harus kehilangan matanya karena terkena mucormycosis. Menurut dokter spesialis mata di Mumbai, Dr Akshay Nair, pasien tersebut memiliki diabetes, yang membuat sistem imunnya menurun.

"Kondisi diabetes sudah menurunkan sistem imun, virus Corona memperparah dan obat steroid yang digunakan untuk mengatasinya seperti bahan bakar yang membuat api semakin besar," komentar Dr Nair seperti dikutip dari BBC, Senin (10/5/2021).

Dikutip dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC), ada beberapa jenis infeksi dari mucormycosis atau 'jamur hitam', sebagai berikut.

1. Mucormycosis sinus dan otak

Jenis infeksi mucormycosis ini paling sering terjadi pada pasien diabetes yang tidak terkontrol. Kemudian, orang yang pernah menjalani transplantasi ginjal pun berisiko tinggi terkena mucormycosis.

Apabila mucormycosis sudah menginfeksi lewat sinus, penyakit ini akan lebih mudah menyebar ke otak.

2. Mucormycosis paru

Mucormycosis paru paling umum terjadi pada penderita kanker dan orang yang pernah menjalani transplantasi organ atau transplantasi sel induk. Gejalanya bisa berupa batuk, nyeri dada, dan sesak napas.

3. Mucormycosis gastrointestinal

Infeksi mucormycosis gastrointestinal cenderung lebih sering terjadi pada anak-anak, dibandingkan orang dewasa. Terutama pada bayi prematur berusia kurang dari satu bulan, yang berat lahirnya rendah.

4. Mucormycosis kulit

Infeksi mucormycosis ini bisa terjadi setelah jamur berhasil masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit, misalnya, setelah operasi, luka bakar, dan lain-lain. Ini merupakan bentuk mucormycosis yang paling umum terjadi pada orang-orang yang tidak memiliki masalah pada sistem imunnya.

5. Mucormycosis diseminata

Mucormycosis diseminata terjadi ketika infeksi sudah menyebar melalui aliran darah, yang kemudian mempengaruhi bagian tubuh lain. Infeksi ini paling sering menyerang otak, namun juga dapat mempengaruhi organ lain, seperti limpa, jantung, dan kulit.



Simak Video "Tim Satgas Indonesia Soroti Lonjakan Kasus Corona di India"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)