Senin, 10 Mei 2021 12:01 WIB

Temuan Awal KIPI Soal Pria Jaktim Meninggal Pasca Vaksin, Ada Pembekuan Darah?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Pria 21 tahun asal Jakarta meninggal dunia usai menerima vaksin AstraZeneca. Ketua Komnas KIPI Prof Hingky Hindra Irawan Satari menyebut investigasi tengah berlangsung, tetapi sejauh ini gejala yang ditemukan pada pria tersebut belum bisa dikaitkan dengan vaksin Corona AstraZeneca.

Sebelumnya diberitakan, pria asal Jakarta yang menerima vaksin AstraZeneca pada Rabu (5/5/2021) mengeluhkan demam tinggi hingga pegal pasca disuntik.

"Untuk mencari keterkaitan, kalau demam, menggigil, itu memang gejala vaksin lah, namun tidak menyebabkan kematian. Kalau kematian kan blood clot, pembekuan darah," tutur Prof Hindra saat dihubungi detikcom Senin (10/5/2021).

"Pembekuan darah kan bisa terjadi di otak, bisa terjadi di paru, bisa terjadi di perut, bisa terjadi di kaki, dia ada gejala tuh kakinya pegal jadi dipijat kan," lanjutnya.

"Tapi kan kalau gejala di kaki barangkali tidak menyebabkan kematian," beber Prof Hindra.

Pria bersangkutan disebutnya tidak mengalami gejala di perut maupun paru. Riwayat kejang sempat disebut muncul, tetapi hal tersebut masih simpang-siur karena pihak keluarga tak menyantumkan riwayat kejang di proses investigasi.

"Gejala di perut nggak ada, gejala di paru nggak sesak, gejala di susunan saraf pusat katanya dia kejang kata rekan kerjanya, tapi di rumah dibilangin sama riwayat keluarganya nggak ada riwayat kejang," lanjutnya.

"Sulit kita mengaitkan ini ada kaitannya dengan vaksin karena bukti tidak cukup, jadi kita rekomendasikan untuk menghubungi dokter langganannya, gimana nih riwayat sebelumnya," sebut Prof Hindra.

Prof Hindra menyebut, Komnas KIPI juga sudah melakukan audit pada vaksinator pria Jaktim yang menerima vaksin AstraZeneca tersebut. Ia menyebutkan, pelaksanaan dan tempat vaksinasi sudah sesuai standar yang ada.

Proses investigasi juga akan berlangsung ke pemeriksaan jenazah menurut dokter jaga, saat yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia di perjalanan.

"Apakah ada riwayat dengan penyebab kematian almarhum, atau kita hubungi juga dokter jaganya pada waktu dia dilakukan pemeriksaan jenazah, apakah ada tanda-tanda di jenazah seperti penyebab kematian misalnya sakit jantung, nah itu yang kita rekomendasikan," jelasnya.

Alih-alih panik menanggapi kasus tersebut, Prof Hindra menegaskan masyarakat untuk selalu melaporkan gejala yang timbul pasca vaksinasi, ke nomor yang tertera di kartu vaksinasi.

Hal ini demi meminimalisir kejadian tidak diinginkan pasca disuntik vaksin Corona, agar yang bersangkutan bisa segera mendapat tanggapan untuk pemeriksaan hingga perawatan.

"Segera menelepon nomor telepon yang tertera di kartu sehingga bisa langsung dilakukan pengobatan, perawatan, rujukan, atau dijemput," pungkasnya.

Simak juga video 'Gejala yang Timbul Jika Terjadi Pembekuan Darah Pasca-Vaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)