Senin, 10 Mei 2021 14:35 WIB

Pemerintah Lakukan Random Testing, 4.123 dari 6.742 Pemudik Positif COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Petugas kepolisian melakukan random cek untuk dilakukan swab pada masyarakat yang melintas di Cek Point Sumber Artha, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Polres Metro Bekasi Kota melakukan penyekatan diberapa titik perbatasan kota Bekasi diantaranya pos Sumber Artha. Aturan larangan mudik mulai berlaku hari ini. Salah satu titik penyekatan jalur mudik di Kota Bekasi, Sumber Artha, telah memutar balikkan 15 kendaraan yang berasal dari Jakarta sejak dini hari tadi. Random testing kepada para pemudik. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Sebanyak lebih dari 4.000 orang pemudik teridentifikasi positif COVID-19. Hal ini didapatkan pemerintah dari hasil tes acak di sejumlah jalur mudik.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan tes COVID-19 secara acak kepada lebih dari 6.000 orang di pos penyekatan mudik.

"Pengetatan yang dilakukan Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/4/2021).

"Jumlah pemudik yang dilakukan random testing, dari 6.742 konfirmasi positif 4.123 orang," tambahnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.686 di antaranya langsung menjalani isolasi mandiri. Kemudian, kata Airlangga, ada 75 orang yang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, Airlangga juga menjelaskan ada sekitar 41.000 kendaraan yang telah ditindak petugas untuk diminta memutar balik ke tempat asal keberangkatan.

"Operasi kendaraan atau Operasi Ketupat jumlah diperiksa kendaraan 113.694, putar balik 41.097, dan pelanggaran travel gelap 306 kendaraan," tutur Airlangga.



Simak Video "Berapa Lama Idealnya Masa Karantina untuk Pelaku Perjalanan?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)