Senin, 10 Mei 2021 15:30 WIB

Yakin Hampers-mu Aman? BPOM Bagikan 4 Cara Pilih Parsel Jelang Lebaran

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
parsel Hampers Lebaran. (Foto: Getty Images/iStockphoto/nikkytok)
Jakarta -

Menjelang Lebaran, parsel atau hampers marak dijual. Selain menjadi tradisi merayakan hari Raya Idul Fitri, penjualan hampers Lebaran semakin laris di tengah pandemi Corona saat banyak orang tak bisa bertemu tatap muka.

Namun, tak sedikit di antara mereka yang kerap menyepelekan keamanan hampers. Padahal, kualitas utama hampers tentu perlu jadi hal utama yang diperhatikan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membagikan beberapa tips memilih hampers Lebaran yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga. Apa saja?

1. Mengecek kemasan

Ada baiknya, konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Sebab, penting untuk mengecek kemasan dalam keadaan baik.

"Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tidak sobek, tidak bolong, tidak bocor, tidak penyok, tidak karatan, dan masih tersegel rapat," jelas BPOM dalam akun resminya Minggu (9/5/2021).

2. Mengecek label

Mengecek label tidak kalah pentingnya dengan mengecek kemasan. Beberapa informasi pada label harus tercantum dengan jelas.

Apa saja informasi yang perlu ada pada label?

- Nama dagang
- Komposisi
- Nama jenis pangan olahan
- Logo halal bagi yang dipersyaratkan
- Tanggal dan kode produksi
- Nama dan alamat importir
- Keterangan kedaluwarsa
- Berat bersih
- Nomor izin edar

3. Izin edar

Salah satu hal yang kerap dilupakan saat membeli produk makanan adalah izin edar. Wajib mengetahui produk pangan yang sudah memiliki izin edar BPOM.

Contoh izin edar yang dikeluarkan BPOM:

- Pangan olahan dalam negeri
BPOM RI MD xxxxxxxxx (12 digit angka)

- Pangan olahan impor
BPOM RI ML xxxxxxxxx (12 digit angka)

Kamu bisa pula mengecek daftar izin edar di aplikasi BPOM 'BPOM mobile' atau situs resmi di SINI.

4. Mengecek kedaluwarsa

Hal terpenting dari seluruh poin yang dijelaskan, yaitu memastikan tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tidak lagi layak dimakan.

"Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen," pesan BPOM.



Simak Video "Epidemiolog Sebut Larangan Mudik Tak Efektif Tekan Mobilitas Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)