Senin, 10 Mei 2021 17:30 WIB

Tsunami COVID-19, 'Crazy-Rich' India Kabur Pakai Jet Pribadi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
FILE - In this May 3, 2021, file photo, a man walks carrying a refilled cylinder as family members of COVID-19 patients wait in queue to refill their oxygen cylinders at Mayapuri area in New Delhi, India. COVID-19 infections and deaths are mounting with alarming speed in India with no end in sight to the crisis. People are dying because of shortages of bottled oxygen and hospital beds or because they couldn’t get a COVID-19 test. (AP Photo/Ishant Chauhan, File) Tsunami COVID-19 di India. (Foto: AP/Ishant Chauhan)
Jakarta -

Crazy-rich India rela membayar harga tinggi demi melarikan diri dari negaranya setelah tsunami COVID-19 melanda negeri Bollywood itu.

Dalam sepekan terakhir, India terus menerus mencatat rekor kasus baru dan rekor kematian virus Corona yang membuat fasilitas rumah sakit juga krematorium kewalahan karenanya.

Angka-angka kasus baru yang fantastis membuat orang kaya di India membayar puluhan bahkan ratusan juta untuk penerbangan menit terakhir dan jet pribadi sesaat sebelum pembatasan perjalanan diberlakukan.

Dikutip dari Business Insider, salah satu tujuan populer adalah Uni Emirat Arab yang jaraknya tidak terlalu jauh dari negara itu. Belakangan, Uni Emirat Arab melarang pelancong India untuk memasuki negaranya.

Seorang juru bicara perusahaan charter Air Charter Service India mengatakan kepada AFP bahwa jumlah minat terhadap jet pribadi "benar-benar gila".

"Kami memiliki 12 penerbangan menuju Dubai besok dan setiap penerbangan benar-benar penuh," katanya.

Penyedia jet pribadi lainnya, Enthrall Aviation, mengatakan pihaknya telah kewalahan dengan ratusan pertanyaan selama beberapa hari terakhir.

Menurut Sunday Times, setidaknya delapan jet pribadi diterbangkan ke Inggris dari India dalam 24 jam terakhir karena Inggris menerapkan larangan perjalanannya sendiri di negara itu. Dilaporkan bahwa jet mungkin dihargai lebih dari £100.000 atau sekitar Rp 1.988.310.277 untuk disewa dalam penerbangan sembilan jam.

India tengah menghadapi gelombang kedua virus Corona yang menghancurkan. Bahkan dilaporkan setiap empat menit, satu orang pasien COVID-19 meninggal dunia.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)