Selasa, 11 Mei 2021 12:05 WIB

Klarifikasi Kemenhub Soal Usul 'Vaksin Corona Gratis' bagi Pemudik

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah dan diprediksi tembus 1 juta kasus di tengah penerapan PPKM dan dicanangkannya vaksinasi virus Corona. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Baru-baru ini heboh pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi soal usulan 'vaksin COVID-19 gratis' untuk pemudik jalur darat. Ia menyebut hal ini untuk meminimalisir penularan Corona pada pemudik.

"Kami mengusulkan Pak Menko (Menteri Perekonomian) dan Menkes (Menteri Kesehatan) memberikan vaksin gratis untuk mereka yang melakukan perjalanan darat," kata dia dalam konferensi pers Senin (10/5/2021).

Namun, juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengklarifikasi pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karyadi Sumadi tersebut. Adapun yang dimaksud sebenarnya adalah 'tes COVID-19 gratis' bagi para pemudik jalur darat.

"Bersama ini kami menyampaikan klarifikasi bahwa yang dimaksud adalah diberikan test Covid-19 secara gratis," jelas Adita dalam rilis yang diterima detikcom Selasa (11/5/2021).

Berikut klarifikasi lengkap Kemenhub atas pernyataan Menhub Budi Karya Sumadi.

1. Menanggapi adanya sejumlah pemberitaan di Media yang mengutip pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Konferensi Pers, Senin (10/5) kemarin, bahwa Menhub bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan darat pada masa peniadaan akan diberikan vaksin gratis, bersama ini kami menyampaikan klarifikasi bahwa yang dimaksud adalah diberikan test Covid-19 secara gratis.

2. Jadi pernyataan yang benar adalah Menhub mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik.

3. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya lonjakan pada arus balik yang diprediksi mencapai puncak pada H+2 dan H+7 Idul Fitri 1442H/2021.

4. Ada dua hal yang kami usulkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pada arus balik. Pertama yaitu, menghimbau masyarakat untuk menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan penumpukan. Kedua, kami usulkan dilakukan testing yang intensif di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni. Kami mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik.

5. Demikian untuk dapat menjadi klarifikasi dari pemberitaan sebelumnya.



Simak Video "6 Vaksin Corona yang Sudah Kantongi Restu dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)