Selasa, 11 Mei 2021 16:48 WIB

Diidap Ustaz Tengku Zulkarnain, Ini 4 Fakta Komorbid Diabetes pada COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Ustaz Tengku Zul ikut datang ke Polrestabes Medan. Dia mengaku diminta mendamaikan kasus yang melibatkan FUI Sumut tersebut (Datuk Haris/detikcom) Foto: Ustaz Tengku Zul ikut datang ke Polrestabes Medan. Dia mengaku diminta mendamaikan kasus yang melibatkan FUI Sumut tersebut (Datuk Haris/detikcom)
Jakarta -

Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia Senin (10/5/2021) setelah sebelumnya sempat dirawat di ICU karena terinfeksi virus Corona. Disebutkan, Ustaz Tengku Zulkarnain juga memiliki penyakit komorbid yaitu diabetes melitus.

"Iya ada DM (diabetes melitus). Ada penyakit bawaan lah. Sehingga kalau kena COVID jadi lebih parah," kata Direktur HRD dan Corporate Communication Tabrani Group Ian Machyar, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (10/5/2021).

Diabetes atau diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme yang terjadi karena pankreas yang tidak bisa memproduksi insulin yang cukup.

Nah, bagaimana penyakit ini bisa memperburuk orang dengan COVID-19? Simak beberapa faktanya.

Komorbid diabetes berisiko fatal

Dokter spesialis endokrin, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES, menyebutkan jika seseorang dengan diabetes lalu terinfeksi COVID-19, maka kondisi orang tersebut sudah fatal. Sebab, orang dengan diabetes sistem kekebalannya sangat rendah.

"Kalau dia kena diabetes dan COVID-19, itu sudah fatal, nggak bisa kita tolong. Orang diabetes itu imunitasnya rendah, lalu dimasukin COVID-19 akan semakin rentan," kata dr Roy melalui diskusi daring beberapa waktu lalu.

Bisa menurunkan imunitas

Seseorang yang mempunyai diabetes, daya tubuhnya akan menurun. Saat titik gula darah tinggi di dalam tubuh, kemampuan sel-sel yang membuat zat-zat imunitas dalam tubuh pun akan berkurang.

Bisa dihindari

Meski risiko fatal, komorbid diabetes bisa dihindari dengan mengontrol kadar gula darah. Tidak hanya mengurangi risiko fatal pada COVID-19 saja, tetapi juga bisa mengurangi risiko tertular.

"Kalau gula darahnya, misalnya terkendali dengan baik, anggaplah di bawah 180 selama perawatan intensif, itu kematiannya jauh lebih kecil dibandingkan mereka-mereka yang gula darahnya tinggi," kata Prof Suastika.

Karena faktor usia

Umumnya, penderita diabetes dialami oleh orang berusia lanjut. Kebanyakan dari mereka yang berumur di atas 60 tahu, dan di mana itu kondisi tubuh semakin menurun.

"Contohnya nggak mau minum, usia segitu jarang minum. Akibatnya, akan membuat stres bertambah lalu penyakit juga bertambah," jelas dr Roy.



Simak Video "Cegah Long Covid, Perhatikan Sejumlah Tindakan Preventif Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/ayd)